Categories: Nasional

Jika Susah Dihubungi, Napi Asimilasi dan Integrasi Akan Ditahan Ulang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  – Program asimilasi dan integrasi 2020 masih berjalan. Namun, di pertengahan jalan nara pidana (napi) yang mendapat program tersebut kembali melakukan kejahatan.

Kadivpas Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal, didampingi Karutan Sialang Bungkuk, Anton, saat konferensi pers mengatakan, sepanjang 2020 terdapat 2.220 orang napi telah mendapat asimilasi.

"Dari 2.220 napi yang mendapat asimilasi Covid-19, 201 di antaranya telah integrasi. Sementara, 16 orang yang kembali melakukan tindak pidana dan telah diserahkan kepada kami untuk ditindaklanjuti," kata Maulidi.

Lebih jauh, ujarnya, jika napi yang diberi asimilasi saat dihubungi petugas Balai Pemasyarakatan susah dihubungi maka akan ditindak tegas.

"Masih adanya wabah Covid-19 membuat petugas memberikan kemudahan dengan layanan video call maupun telepon. Namun, jika susah dihubungi atau tidak merespon maka akan dijemput dan dimasukkan dalam sel atau ditahan lagi," tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya pun terus melakukan pemantauan terhadap napi atau warga binaan yang berada dalam sel. Katanya, beberapa waktu lalu sempat ditemukan oleh petugas ada di antara mereka yang memakai narkoba.

Dijelaskannya lagi, tangkap tangan itu bermula dari gelagatnya yang aneh membuat petugas curiga. Ketika diperiksa ternyata benar seorang napi memiliki obat-obatan terlarang.

"Napi tersebut telah kami serahkan ke pihak Polsek Tenayan Raya untuk ditangani lebih lanjut. Ini merupakan sebuah prestasi karena asli temuan dari petugas kami, yaitu mencurigai napi atas nama SA. Kejadian itu 15 Juni lalu," jelas Maulidi lagi.

Dari tangan SA, didapatlah barang bukti obat terlarang satu bungkus plastik bening yang di dalamnya terdapat tujuh plastik bening dan satu bungkus lainnya berisi lima plastik bening narkotika. Totalnya 0.56 gram.

Atas indisen itu, dirinya menyebut, sebagai langkah dalam pemberantasan narkoba. Sehingga ini dapat apresiasi dari wilayah.

"Dengan demikian, akan kami tingkatkan penggeledehan agar tidak terulang kembali," ucapnya. 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

10 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

10 jam ago

Wako Agung Nugroho Tegaskan Pemko Siap Sinergi dengan Polda Riau Ancam Izin THM Nakal

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mendukung penuh Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam…

11 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 14–15 Oktober

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, 14–15 Oktober…

11 jam ago

Usung Tema Gema Melayu Riau, Tim Dance SMAN 5 Pekanbaru Pukau Penonton

Tim dance SMAN 5 Pekanbaru tampil memukau pada ajang Aqua DBL Dance 2026 Riau di…

1 hari ago

Diselimuti Fog dan Kabut Asap, 12 Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay

Campuran fenomena fog dan kabut asap memicu penundaan 12 penerbangan di Bandara Internasional SSK II…

1 hari ago