Categories: Nasional

Warga Dilarang Masuk-Keluar Sumbar

PADANG (RIAUPOS.CO) — Untuk memutus mata rantai penularan virus corona (Covid-19) yang terus bertambah, mulai Senin (27/4/2020) sampai Senin (7/5/2020) Pemerintah Provinsi memberlakukan aturan yang melarang warga masuk dan keluar Sumbar.

"Bagi warga yang mencoba-coba atau nekat ingin masuk atau keluar dari Sumbar, maka kita suruh balik," tegas Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kapolres AKBP Aditya, Ketua DPRD Pariyanto dan lainnya saat meninjau pos perbatasan Sei Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Ahad (26/4/2020).

Seluruh personel pemkab di seluruh pos perbatasan akan ditarik. Penjaga pos hanya unsur TNI, Polri dan Dinas Perhubungan dari balai wilayah.

Setelah itu, pada 7 Mei hingga 31 Mei, jika masih ada yang coba-coba masuk dan keluar dari Sumbar, kata Irwan, maka diberlakukan sanksi tegas yakni tidak hanya disuruh kembali, tapi juga dikenakan denda.

"Yang bisa masuk hanyalah kendaraan kargo, membawa sembako, alat kesehatan dan sejenisnya. Artinya yang kita batasi adalah orangnya," kata gubernur dua periode itu.

Irwan menjelaskan, sikap tegas pemerintah itu dilakukan demi masyarakat juga agar tidak terpapar virus korona (Covid-19). Apalagi hingga Ahad (26/4/2020) jumlah warga yang terjangkit Covid-19 sudah mencapai 102 orang. Sebanyak 11 orang telah meninggal.

"Semua pos perbatasan harus siaga dan dua pos yang paling rawan adalah pos perbatasan Kabupaten Sumbar dengan Jambi di Kabupaten Dharmasraya, tepatnya di Kecamatan Sei Rumbai, dan pos perbatasan Sumbar dengan Riau yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota. Jangan sampai ada perlakuan istimewa," tegasnya.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan, laporan dari tim pemantau perbatasan, sampai 25 April 2020, pendatang yang telah masuk ke Sumbar melalui 10 pos sejak 31 Maret 2020 mencapai 122.326 orang. "Rata-rata 4.531 orang perhari," katanya.

Sedangan total warga yang telah dikarantina sampai Ahad (26/4/2020) berjumlah 243 orang. Sebanyak 115 orang di antaranya masih dikarantina, 127 telah selesai masa karantina dan satu orang asal Magek melanjutkan karantina mandiri di rumah dengan jaminan pemantauan ketat dari puskesmas.

Selain meninjau pos perbatasan, gubernur juga menyambangi RSUD Seidareh. Kedatangan gubernur disambut Direktur RSUD Chusnul Chotimah.

Gubernur mengapresiasi Pemkab Dharmasraya dan RSUD Seidareh yang juga sudah menyedialan ruang isolasi bagi pasien positif Covid-19.

"Pergunakan ruang tersebut bagi mereka-mereka yang benar-benar positif Covid-19 sebanyak lima bed, sehingga tidak menumpuk di Padang atau RS lainnya," katanya. (ita/esg)

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

GPM HUT TNI AU Disambut Antusias, Warga Berburu Sembako Murah

Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…

8 jam ago

Lansia Bakar Ban di Tengah Kota Pekanbaru, Protes Tak Terima Bansos Sejak 2019

Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…

9 jam ago

Hujan Sebentar, Jalan Langsung Tergenang! Drainase Pekanbaru Jadi Sorotan

Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…

9 jam ago

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 Dimulai, 110 Pelajar Adu Fisik, Mental, dan Karakter

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…

12 jam ago

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

1 hari ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

1 hari ago