Categories: Nasional

Kemenkeu Ungkap Penarikan Utang Baru Sudah Tembus Rp127,3 Triliun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pembiayaan utang atau penarikan utang baru pemerintah hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp127,3 triliun. 📊

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, jumlah tersebut setara dengan 15,3 persen dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.

“Secara keseluruhan realisasi pembiayaan tahun 2026 hingga akhir Januari mencapai Rp105,06 triliun atau 15,2 persen dari target, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yaitu 29,6 persen,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Rabu (25/2).

Menurutnya, capaian tersebut juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23,7 persen dari target. Penarikan utang dinilai masih terukur karena disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah dan mempertimbangkan dinamika pasar keuangan.

“Dengan disiplin dan strategi yang adaptif, kami memastikan pembiayaan tetap mendukung stabilitas APBN, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan utang pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembiayaan utang sebagian besar berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah tekanan global, kinerja pasar perdana SBN domestik dinilai tetap solid.

Pada tiga lelang pertama Surat Utang Negara (SUN) tahun 2026, rata-rata bid to cover ratio tercatat 2,2 kali. Sementara itu, untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), rata-rata bid to cover ratio mencapai 3,8 kali.

Juda menilai kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat. Pemerintah juga akan terus menjaga stabilitas pasar SBN melalui koordinasi kebijakan dengan otoritas moneter.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan pembiayaan investasi sebesar Rp203 triliun pada 2026 yang difokuskan untuk sektor pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani.

Hingga 31 Januari 2026, realisasi pembiayaan investasi mencapai Rp22,73 triliun, terutama untuk mendukung Perum Bulog dalam memperkuat cadangan beras pemerintah.

Di sisi lain, terdapat penerimaan kembali investasi sebesar Rp49 miliar yang berasal dari pelunasan PEN Daerah. Pemerintah menilai pembiayaan investasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui dukungan pada sektor pertanian dan pangan, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau,” pungkasnya.(JPG)

Redaksi

Recent Posts

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

15 jam ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

15 jam ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

15 jam ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

15 jam ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

16 jam ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

17 jam ago