Categories: Nasional

PSPS Gagal Promosi ke Liga 1

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PSPS Pekanbaru gagal promosi ke Liga 1. Pada laga penentuan malam tadi, Askar Bertuah ditumbangkan Persijap Jepara 1-0 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

Kemenangan atas PSPS mengantarkan Persijap promosi ke Liga 1 sekaligus juara III Liga 2 musim ini. Persijap mendampingi PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara Presisi yang sudah lebih dulu memastikan diri lolos ke Liga 1 musim depan.

Bertanding di kandang lawan, PSPS tampil lebih agresif pada babak pertama. Ada lima peluang yang tercipta pada 45 menit pertama. Sayang tidak satupun menjadi gol.

PSPS menunjukkan permainan menyerang dan terbuka sejak menit awal pertandingan. Meski berstatus sebagai tamu, pemain PSPS bermain menekan tuan rumah. Terbukti pada menit ke-5, PSPS mampu menciptakan peluang lewat tendangan Douglas. Namun sepakannya masih melambung di atas gawang Persijap.

Menuju paruh babak pertama, PSPS pun semakin agresif dan terus menyerang. Pada menit ke-26, giliran Sadewa yang mengancam gawang Persijap. Bola sepakannya dapat disapu kiper Persijap.

Peluang kembali didapatkan PSPS lewat Noriki Akada pada menit ke-30. Akada berhasil menusuk pertahanan Persijap. Sayang, lagi-lagi bola berhasil ditangkap kiper Persijap.

Sepanjang babak pertama, Persijap kesulitan menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan PSPS. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSPS nyaris mencetak gol melalui tendangan Fathoni pada menit ke-52. Pada menit ke-57, Persijap membuat peluang melalui serangan Rosalvo dari sisi kiri, namun berhasil diantisipasi kiper PSPS, Erlangga Setyo.

Akhirnya Persijap Jepara berhasil memecah kebuntuan pada menit 85 lewat Leonardo Silva Lelis. Berawal dari manuver Lelis naik membantu serangan. Mendapat ruang tembak, Lelis menendang bola dengan keras dan bola meluncur deras ke gawang PSPS tanpa bisa dibendung kiper Erlangga Setyo.

Skor 1-0 untuk Persijap tak berubah hingga laga usai dengan tambahan waktu 8 menit.

Meski gagal merebut tiket Liga 1, Pelatih PSPS Aji Santoso sangat mengapresiasi kerja keras yang telah ditunjukkan pemainnya sepanjang laga. ‘’Saya sebagai pelatih tentu belum bisa memberikan yang terbaik bagi PSPS. Saya meminta maaf kepada seluruh pencinta sepakbola di Pekanbaru ataupun di Riau. Yang jelas, kami kalah dengan terhormat, karena anak-anak sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya,’’ ujar Aji Santoso.

Sementara itu, pemain PSPS Fardan Harahap mengucapkan selamat kepada Persijap atas kemenangannya dan promosi ke Liga 1. ‘’Saya mewakili pemain meminta maaf kepada seluruh suporter dan seluruh masyarakat Riau. Kami belum bisa membawa tim ini melangkah ke Liga 1. Semoga kita tetap melanjutkan perjuangan di musim selanjutnya. In sya Allah kami akan terus memberikan yang terbaik untuk PSPS,’’ ujarnya.

Di Pekanbaru, ribuan warga Pekanbaru pendukung PSPS menggelar nonton bareng (nobar) memadati halaman Purna MTQ, Jalan Sudirman Pekanbaru menyaksikan laga PSPS melawan Persijap Jepara lewat layar kaca.

Pantauan Riau Pos, halaman Purna MTQ penuh dengan ribuan pendukung PSPS, menonton tim kesayangan meski lewat layar televisi.

Suporter membawa atribut, bendera serta menyorakkan yel-yel sebagai bentuk dukungan kepada PSPS. Pihak panitia  penyelenggara juga memberikan hadiah kepada para pendukung PSPS. Mereka membagikan doorprize dari beberapa sponsor kepada suporter.

Mantan Pelatih PSPS Raja Faisal berharap agar menajemen PSPS bisa terus berbenah dengan melibatkan orang-orang yang betul-betul paham dengan sepakbola. Manajemen harus berkomunikasi dengan mantan pemain PSPS yang telah berbuat untuk PSPS. Mulai dari penyusunan kepengurusan hingga staf maupun asisten pelatih harus orang-orang yang mengerti dengan sepakbola.

‘’Jadi senior-senior ini ingin juga memberi andil untuk PSPS. Kan banyak mantan PSPS yang telah berbuat untuk PSPS tetapi tidak dilibatkan oleh manajemen. Jangan orang yang tidak paham bola tapi ngurus PSPS,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihak manajemen PSPS Pekanbaru juga harus terus mencari pemain-pemain lokal, dengan melakukan seleksi di setiap-tiap daerah hingga merata. Karena pasti masih banyak pemain-pemain lokal yang hebat-hebat yang memiliki potensi.

Menurutnya, jauh berbeda jika yang membela PSPS adalah pemain Riau sendiri. ‘’Saya berharap ke depannya, pelatih atau pengurus bisa menyeleksi pemain lokal hingga ke pelosok daerah sehingga ada barometernya lah. Jangan mengabaikan anak lokal. Harapan saya ke depan harus ada regenerasi pemain PSPS dari Riau. Kalau bisa pemain kita jangan bermain di PSPS saja, tetapi juga bisa bermain di timnas,” ujarnya.(dof)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

Hujan deras di Baloi Batam picu banjir lumpur dan kayu gelondongan dari bukit gundul, jalan…

4 jam ago

Sampah Plastik Kepung Pantai Padang, Minta Penanganan Serius

Tumpukan sampah plastik kepung Pantai Padang di sekitar Masjid Al-Hakim, wisatawan soroti kebersihan kawasan wisata…

5 jam ago

Parkir Sembarangan di Flyover Kelok 9, Pengendara Disanksi Push Up

Satlantas Polres Limapuluh Kota beri sanksi push up bagi pengendara yang parkir sembarangan di Flyover…

7 jam ago

Beli RoaMax Umrah Telkomsel, Bonus Voucher Kuliner Nusantara di Makkah

Telkomsel hadirkan RoaMax Umrah kuota 70 GB hingga 17 hari plus voucher kuliner Nusantara di…

7 jam ago

The Premiere Hotel Hadirkan “Resapi Ramadan”, All You Can Eat Rp198 Ribu

The Premiere Hotel Pekanbaru hadirkan program Resapi Ramadan dengan konsep All You Can Eat dan…

7 jam ago

Ramadan di Rumbai Makin Semarak, 99 Asma’ul Husna dan 25 Nama Nabi Terangi Jalan Sembilang

Ratusan lentera Asma’ul Husna dan nama nabi terangi Jalan Sembilang Rumbai, jadi tradisi Ramadan yang…

9 jam ago