Categories: Nasional

Kemendikbudristek Bantah PTM Jadi Klaster Covid

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai diterapkan sebagian sekolah di Indonesia. Para siswa sebagian mulai kembali ke sekolah dan mengikuti kelas belajar mengajar seperti sedia kala saat sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Seiring mulai diberlakukannya PTM terbatas, mencuat kabar terkait munculnya klaster penularan Covid-19 di tengah upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembalikan para siswa kembali ke sekolah.

Sebelumnya diberitakan, terjadi klaster penularan Covid-19 setelah 1.296 sekolah pasca pembukaan sekolah untuk PTM. Kemendikbudristek mencatat sejauh ini sudah ada 1.296 sekolah yang melaporkan klaster Covid-19 pasca pembukaan sekolah untuk PTM terbatas, total ada 11.615 siswa positif Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri yang menyebut data ini didapatkan dari 46.500 sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas per tanggal 20 September 2021.

Namun ternyata, informasi yang disampaikan oleh Jumeri dibantah sendiri oleh pihak Kemendikbudristi, dan kemudian disebut merupakan miskonsepsi. Menurut keterangan terbaru dari Kemendikbudristek, angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukan data klaster Covid-19 melainkan data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19.

Miskonsepsi kedua adalah terkait 2,8 persen klaster satuan pendidikan dari pelaksanaan PTM terbatas. Lewat infografis klarifikasi yang dilansir dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), ternyata angka tersebut bukan berdasarkan laporan satu bulan terakhir melainkan 14 bulan terakhir sejak Juli 2020.

Yang juga menjadi sorotan adalah terkait PTM terbatas menjadi tempat penularan Covid-19. Dalam hal ini Kemendikbudristek membantah bahwa belum tentu penularan Covid-19 terjadi di satuan pendidikan sebab data dikatakan diambil dari 46.500 satuan pendidikan baik yang sudah melakukan PTM terbatas maupun yang belum.

Terakhir, miskonsepsi yang diklarifikasi adalah 15.000 siswa dan 7.000 guru positif Covid-19. Kemendikbudristek menyebut bahwa laporan yang berasal dari 46.500 satuan pendidikan itu belum diverifikasi sehingga masih berpotensi ditemukan kesalahan.

Meski disebut bahwa PTM terbatas berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19, menanggapi hal tersebut, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku akan terus melakukan pemantauan hal tersebut.

Eks bos Gojek itu menyampaikan kalau penularan Covid-19 di sekolah bukan berarti PTM dihentikan atau diundur. "Itu terus kita monitor temuannya, bukan berarti PTM akan diundur, jadi masih harus jalan," ujar Nadiem di Gedung DPR, Jakarta belum lama ini.

Nadiem mengatakan, jika ada sekolah melaporkan adanya penularan Covid-19, maka untuk sementara waktu sekolah tersebut ditutup sampai dengan situasi aman. "Tapi kalau sekolahnya masing-masing kalau ada klaster ya harus ditutup segera," katanya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

13 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

13 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

15 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

16 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

16 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

16 jam ago