Categories: Nasional

Rohul Kembali Terapkan PPKM Level 3

TIM Satgas Penanganan Covid- 19 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berupaya maksimal dalam menekan angka penyebaran Covid- 19, dengan tidak bosan-bosannya mengimbau seluruh elemen masyarakat dan stakeholder, agar selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas).

Langkah tersebut salah satu cara dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Tak hanya mengimbau memberikan edukasi dan sosialisasi penegakan disiplin Prokes di tengah masyarakat, akan tetapi gencar melakukan penguatan pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment).

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Tim Satgas Penanganan Covid- 19 Kabupaten Rohul H Sukiman menjawab wartawan, Selasa (24/8), terkait hasil evaluasi Kabupaten Rohul yang sebelumnya menerapkan PPKM Level 4 turun ke PPKM Level 3. 

Menurutnya, penerapan Prokes Covid-19 ini, harus dilakukan dalam setiap aktivitas dan keseharian di tengah-tengah masyarakat. Dalam artian masyarakat jangan sampai kendor Prokes, karena masyarakat dapat berpotensi tertular Covid- 19.

Karena kedisiplinan terhadap Prokes dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari penularan Covid- 19. "Kita tau saat ini, Kabupaten Rohul kembali ditetapkan PPKM Level 3. Dengan adanya penurunan trend angka penyebaran Covid- 19 di daerah kita, namun Tim Satgas Covid- 19 tidak henti-hentinya mengimbau seluruh masyarakat dan stakeholder mematuhi Prokes 5 M. Tentunya atas komitmen kita bersama, kedepan Rohul bisa turun level hingga zona hijau kembali," ujarnya.

Bupati menyebutkan, pemerintah daerah bersama Forkopimda Rohul berupaya untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid- 19 ditengah masyarakat Rohul. Tujuannya, demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, dengan harapan masyarakat yang telah divaksin, dapat terhindar dari penularan Covid- 19 dengan gejala berat.  "Untuk menekan penyebaran penularan Covid-19, Tim Satgas Covid- 19 Kabupaten secara berjenjang kecamatan, kelurahan hingga desa se Rohul meningkatkan pelaksanaan 3 T di lapangan. Upaya itu dapat mengetahui lebih dini pasien kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga penularan dan penanganan lebih cepat," jelasnya.

Dalam proses pelacakan kasus terkonfirmasi positif Covid- 19 dan kontak erat, lanjut Sukiman, sangat membutuhkan kerjasama masyarakat. Karena, masyarakat diminta mengingat siapa saja orang yang pernah kontak dengan dirinya.(adv)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

13 jam ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

13 jam ago

AI Makin Canggih, Jurnalis Diingatkan Jangan Sampai Kalah dan Kehilangan Fakta

AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…

13 jam ago

Operasional 15 SPPG di Riau Dihentikan, Ini Alasan BGN

BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…

13 jam ago

Eks Kuasa Hukum PT SPRH Dituntut 14 Tahun, Kerugian Negara Capai Rp64,2 Miliar

Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…

18 jam ago

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…

18 jam ago