Categories: Nasional

Kemendagri Sarankan Ibu Kota Baru Jadi Daerah Administratif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berdasarkan kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara (IKN) yang baru kelak lebih aman jika berbentuk daerah administratif daripada berbentuk daerah otonom. Pertimbangannya adalah stabilitas.

"Dengan menjadi daerah administratif, paparnya, akan menjadi lebih mudah bagi presiden dalam mengelola ibu kota. Komando pemerintah pusat juga mudah terlaksana," kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dalam diskusi Gundah Ibu Kota dipindah di D’consulate Resto and Lounge, Jakarta, kemarin (24/8).

Pertimbangan itu, kata Akmal, untuk mencegah dinamika politik yang begitu dinamis di pusat ibu kota. Misalnya dengan meniadakan pilkada di daerah tersebut. "Kita ingin ke depan ibu kota yang betul-betul teduh dan aman. Tanpa gejolak politik di wilayah ibu kota negara," katanya.

Telaah yang dilakukan Kemendagri tersebut soal bagaimana susunan pemerintahan dan bentuk otonominya. Bagaimana model kelembagaan hingga batas wilayah ibu kota. "Ini hanya telaah kami (kemendagri, red). Semua kembali tergantung keputusan Presiden Joko Widodo," katanya.

Termasuk tentu keputusan soal lokasi persisnya IKN. Menurut Akmal, presiden sudah dua kali meninjau calon lokasi IKN tersebut sejak 2018. "Lokasinya di mana, nanti presiden yang putuskan," katanya.

Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mengatakan, pemindahan ibu kota bukanlah wacana baru. Itu juga pernah dicetuskan Bung Karno. Tahun 1957, Presiden Soekarno kala itu merasa cocok menjadikan Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai ibu kota negara.

Sebab, posisinya yang berada di tengah tengah wilayah Indonesia. Juga luas wilayahnya sepertiga dari luasan Indonesia. ’’Saat itu ada kegentingan yang memaksa dan menjadi faktor penarik keinginan Bung Karno agar ibu kota berada di tengah-tengah,” tuturnya.

Namun rencana tersebut terbengkalai setelah Indonesia mendapat tarwaran menjadi tuan rumah Asean Games. Karena itulah dibangun stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan tugu selamat datang di depan Hotel Indonesia.

Nah, jika nanti IKN baru terbentuk, Indonesia akan mencatatkan sejarah baru. "Ibu kota yang bukan warisan kolonial. Tapi ibu kota yang kita ciptakan sendiri. Akan menjadi tinta emas dalam sejarah Indonesia," katanya dalam diskusi yang sama.(mar/ttg/jpg)

Editor: Arif

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Direksi Pertamina Drilling Tinjau Operasi Rig di Rokan, Perkuat Budaya Safety

Direksi Pertamina Drilling meninjau Rig PDSI#54.2 di wilayah kerja PHR Rokan untuk memastikan operasional berjalan…

3 jam ago

Agung Toyota Riau Luncurkan New Veloz Hybrid EV di Mal SKA, SPK Berhadiah Motor Listrik

Agung Toyota Riau meluncurkan Toyota New Veloz Hybrid EV di Mal SKA Pekanbaru. Pengunjung bisa…

4 jam ago

Kebakaran Dini Hari di Marpoyan Damai, 12 Kios dan Dua Mobil Hangus

Kebakaran hebat melanda 12 kios semipermanen di Jalan Merak Pekanbaru. Dua mobil minibus ikut terbakar,…

4 jam ago

Majelis Hakim Sudah Ditunjuk, Sidang Abdul Wahid Dimulai 26 Maret

PN Pekanbaru menetapkan sidang perdana kasus korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid pada 26 Maret.…

4 jam ago

Cuaca Panas Terik, Rumput Median Jalan di Pekanbaru Menguning

Cuaca panas hingga 34°C membuat tanaman penghijauan di median Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru mulai mengering.…

5 jam ago

Bupati Siak Apresiasi Dukungan Pemprov Riau, Plt Gubri Soroti Perjuangan Afni

Plt Gubri Riau memuji perjuangan Bupati Siak Afni Zulkifli dalam memperjuangkan fiskal daerah. Pemprov Riau…

5 jam ago