Categories: Nasional

Polda Masih Kejar Pelaku Lain

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Polda Riau masih melakukan pengembangan pasca pena ngkapan Satriandi dan komplotannya. Saat ini pihak berwajib melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang disinyalir terlibat jaringan peredaran narkoba pecatan anggota Polri tersebut.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas penangkapan bandar narkoba sekaligus buronan kasus pembunuhan yang kabur dari Lapas Klas IIA Pekanbaru.

 “Masih ada beberapa ok­num dalam pengejaran. Dalam waktu dekat, kami akan melalukan ekspose terkait keberhasilkan,” kata Widodo kepada Riau Pos, kemarin.
Selama pelarian dari kejaran kepolisian dan menjalankan bisnis haram, menurut mantan Wakapolda Jawa Timur (Jatim) itu, Satriandi tidak bekerja sendirian. Melainkan turut dibantu oleh sejumlah pihak, yang mana identitasnya telah dikantongi Korps Bhayangkara Riau.

“Kami masih lakukan penyelidikan. Karena mereka tidak mungkin kerja perorangan. Bukan hanya tiga orang ini (Satriandi, Ahmad Royand dan Randi Nofrianto, red), masih ada orang lain,” jelas jenderal bintang dua itu.

Satriandi ditangkap di Perumahan Palma Residence Nomor A6 Jalan HR Soebrantas Gang Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, setelah kabur hampir dua tahun. Dalam penggerebekan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Selasa (23/7) pagi, turut diwarnai baku tembak selama 15 menit antara tersangka dan petugas.

Pada peristiwa itu, pecatan anggota Polri beserta rekannya Ahmad Royani tewas di tempat usai diterjang timah panas dari senpi milik petugas. Sedangkan satu tersangka lainnya, Randi Nofrianto ditangkap hidup-hidup. Tak hanya itu, petugas turut menyita dua pucuk senpi laras panjang kaliber 5.56 lengkap dengan teleskop serta peredam. Tiga pucuk senpi genggam, tiga buah magazen, 668 peluru aktif dengan kaliber 8, 9, 32, 38, 5,56.

Lalu, empat unit handphone, enam lebar KTP, 7 buah paspor, 31 buku tabungan, uang tunai Rp1,55 juta, delapan lembar kartu anjungan tunai mandiri (ATM), dua unit kendaraan roda empat, dua bodyface, kertas bukti transferan dari berbagai bank, satu borgol dan dua alat isap sabu. Kemudian, tiga sarung senjata api, tiga buah tas sandang, tiga dompet dan beberapa lembar plat kendaraan palsu.(rir/nda)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

4 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

4 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

6 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago