Categories: Nasional

Kejati Rampungkan Pemeriksaan, Segera Susun Laporan Kesimpulan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Proses permintaan keterangan pihak pelapor maupun terlapor dugaan pemerasan oknum jaksa Kejari Kuansing terhadap Bupati Kuansing Andi Putra sudah rampung.

Kini, Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau tengah menyusun laporan kesimpulan. Hasilnya, bakal jadi penentu apakah perkara tersebut bisa ditingkatkan ke inspeksi kasus atau tidak.

Dalam penanganan perkara ini, jaksa Bidang Pengawasan sudah memeriksa Bupati Kuansing Andi Putra, Kepala BPKAD nonaktif Hendra, satu orang dari DPRD Kuansing, honorer di Kejari Kuansing, Oji dan Dodi Fernando selaku kuasa hukum Andi Putra.

Kemudian, mereka juga menyerahkan sejumlah barang bukti menguatkan tuduhan pemerasan tersebut.

Tak hanya itu saja, Bidang Pengawasan juga sudah memintai keterangan sejumlah oknum jaksa Kejari Kuansing. Di antaranya, Kajari Hadiman, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Imam Hidayat dan lainnya.

Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto dikonfirmasi, Kamis (24/6) terkait penanganan perkara itu menyebutkan, pihaknya sudah menuntaskan proses klarifikasi terhadap pihak terlapor maupun pelapor. Tahapan ini, kata dia, sudah rampung pada, Rabu (23/6). “Klarifikasi dari seluruh pihak sudah selesai kami lakukan kemarin (Rabu, red),” ungkap dia.

Saat ini, sambung mantan Kajari Kabupaten Semarang, Bidang Pengawasan tengah menyusun kesimpulan. Hasil itu nantinya, bakal menentukan penanganan selanjutnya apakah ditingkatkan ke tahap inspeksi kasus atau tidak. “Lagi disusun kesimpulannya. Hasil itu, akan disampaikan ke pimpinan secara berjenjang,” pungkas Raharjo.

Laporan dugaan pemerasan terhadap Bupati Kuansing dilakukan oleh oknum jaksa dengan meminta uang sebesar Rp1 miliar. Hal itu, untuk menghilangkan nama Andi Putra pada surat dakwaan dan agar tidak dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Permintaan uang tersebut dilakukan oleh salah seorang oknum THL Kejari Kuansing. Pertamanya diminta Rp1 miliar, dan turun menjadi Rp500 juta. Namun, permintaan uang atas dugaan korupsi enam kegiatan di Setdakab Kuansing tak dipenuhi Bupati Kuansing.

Dugaan pemerasan ini diketahui sudah berjalan sejak tahun 2020 hingga 2021. Terakhir, saat Kejari Kuansing menangani perkara dugaan korupsi tunjangan dan perumahan pimpinan legislatif Kota Jalur. Yang mana, dalam proses itu sudah dilakukan pemanggilan terhadap Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Kuansing.

Dalam proses pemeriksaan itu, oknum Kasi Pidana Khusus (Pidsus) meminta agar persoalan ini segara diselesaikan. Bahkan, yang bersangkutan memberikan deadline hingga 22 Juni untuk menyerahkan Rp100 juta dan Rp300 juta untuk pimpinan Kejari. Apabila tidak dipenuhi, maka dugaan penyimpangan dana tunjungan diusut.(ali)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

11 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago