Categories: Nasional

Tampang Penembak 19 Siswa SD di Texas, Miliki Senjata Usai Ultah Ke-18

TEXAS (RIAUPOS.CO) – Salvador Ramos, pemuda 18 tahun yang membunuh sedikitnya 19 siswa dan 2 guru di sebuah sekolah SD di Texas, AS, ternyata memperoleh senjata setelah ulang tahun ke-18. Senjata hadiah ulang tahun itu yang digunakan untuk melakukan penembakan brutal di sekolah dasar.

Ramos memperoleh senjata tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-18 pada 16 Mei lalu, seperti laporan The Washington Post. Di AS, beberapa negara bagian (termasuk Texas), terkait izin memiliki senjata berdasar atusan usia minimum. Sementara undang-undang federal melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk memiliki pistol.

Sempat Pamer Senjata di Medsos

Sebelum penembakan brutal, Ramos yang merupakan siswa sekolah menengah atas itu membagikan dua foto amunisi dan senjata di media sosialnya. Dalam salah satu fotonya, ia menandai akun Instagram seorang perempuan yang tidak dikenalnya.

Pada pagi hari penembakan, Selasa (24/5/2022) waktu AS, Ramos dan perempuan itu memulai percakapan. Pelaku mengisyaratkan bahwa dia memiliki sesuatu untuk dikatakan.

“Aku akan mengirimimu pesan dalam satu jam,” tulisnya.

“Tapi kamu harus menjawab,” tambahnya.

“Aku punya sedikit rahasia,” katanya.

Pesan-pesan menakutkan itu dikirim pada pukul 7.33 pagi, hanya beberapa jam sebelum tembakan pertama dilaporkan pada pukul 11.43 waktu setempat.

Perempuan itu menjawab santai.

“Saya mungkin akan tidur siang karena saya sedang sakit,” kata sang perempuan.

Setelah penembakan, perempuan yang tinggal di luar Texas mengatakan pesan acak Ramos membuatnya merasa takut dan tidak nyaman. Dia mengatakan dia hanya menanggapi pesannya karena dia takut padanya dan mengatakan dia menyesal tak mencoba untuk mencegah Ramos melakukan kejahatannya.

“Dia orang asing, saya tidak tahu apa-apa tentang dia. Dia memutuskan untuk menandai saya di foto senjatanya. Saya sangat menyesal untuk para korban dan keluarga mereka, saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa,” tulisnya.

Perempuan itu mengatakan bahwa sejak penembakan itu dia menerima pesan yang mengklaim bahwa dia adalah pacar Ramos, atau kaki tangan dari penembakan itu. Ia membantah tuduhan yang muncul.

“Saya tidak mengenalnya dan saya bahkan tidak tinggal di Texas,” tulisnya dalam satu postingan.

Ramos dilaporkan meninggalkan kendaraannya dan memasuki sekolah dasar dengan membawa pistol. Dia dikatakan juga membawa senapan laras panjang saat melakukan aksinya menurut Gubernur Texas Greg Abbott. Ramos ditembak mati oleh petugas perbatasan yang langsung menuju sekolah saat insiden terjadi.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

15 menit ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

41 menit ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

50 menit ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

55 menit ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

1 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

4 jam ago