Categories: Nasional

Heboh Anjing Gila Mengamuk, Gigit 10 Warga di Kampar

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Waspada untuk wilayah Kecamatan Kampar. Ada anjing gila yang masih belum ditemukan hingga sekarang. Sudah 10 orang korban termasuk Mamaku yang digigit tadi subuh saat ke mesjid salat subuh. Demikian ditulis Yetty Yusma di laman Facebooknya pada Sabtu (23/5/2020).

Saat dikonfirmasi RIAUPOS.CO, Ahad (24/5/2020) Yetty memastikan informasi di statusnya tersebut benar. Orang tuanya, yang tinggal di Air Tiris, Kecamatan Kampar, memang menjadi salah satu korban gigitan anjing gila tersebut.

Kejadian gigitan anjing gila ini juga dibenarkan saudari Yetty, Silvia, yang menyebutkan pada hari itu anjing tersebut belum kunjung tertangkap. Berdasarkan keterangan beberapa warga yang mengenal korban yang terkena gigitan, anjing gila ini kemungkinan satu ekor. Demikian juga disebutkan Silvia.

''Dengar-dengar belum (tertangkap, red), kalau ditanya sama korban, semuanya bilang anjingny kuning dan agak kurus. Jadi kemungkinan memang satu ekor anjingnya,'' sebut Silvia yang sehari-hari berprofesi sebagai guru ini.

Berdasarkan penulusuran RIAUPOS.CO, wilayah pertama-tama yang memberikan informasi terkait serangan anjing gila menjelang Idulfitri adalah wilayah Rumbio. Disana dikatakan muncul laporan pertama ada korban gigitan. Korban dilaporkan tiba-tiba diserang anjing gila tersebut ketika selesai sahur menjelang azan subuh. Namun tidak jelas pada hari apa serangan pertama terjadi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Dedi Sambudi ketika dikonformasi Senin (25/5) membenarkan adanya laporan serangan anjing gila di Kecamatan Kampar. Menurut Budi, sejauh ini yang melapor ada 10 korban gigitan yang semuanya berada di Kecamatan Kampar.

“Benar Kami menerima laporan dari Puskesmas setempat, ada 10 korban gigitan anjing dan sudah diberi vaksin semua. Anjing itu sudah ditangkap dan dikuburkan,'' sebut Dedi.

Pemburuan anjing itu sendiri dilakukan untuk menanggulangi resiko serangan lebih lanjut. Menurut Budi, dikhawatirkan gigitan anjing itu mengandung rabies. Pemusnahan anjing gila itu sendiri menurut Budi sudah dilaporkan di Dinas Peternakan Kabupaten Kampar. Dari beberapa foto yang beredar, lokasi tanah dan rumput tempat anjing gila itu mati juga disterilkan dengan cara dibakar.

Laporan: Hendrawan (Bangkinang)

Editor: Eka G Putra

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

1 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago