Categories: Nasional

Pengguna Mac, Jangan Instal Aplikasi Ini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini, macam-macam modus penipuan yang dilancarkan para penjahat siber untuk bisa menjerat mangsanya. Salah satu modus yang paling sering muncul adalah scamming.

Scam atau scamming sendiri sering kami jelaskan adalah trik menipu seseorang, demi mendapatkan uang dengan berbagai cara. Salah satu contoh paling sering muncul memang telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan dari bank.

Mereka pun mulai bertanya-tanya data pribadi terkait dengan info rekeningmu, agar mereka dapat menguasai akun rekening bank dan mulai menyedot tabungan kamu. Nah, modus yang sama juga kerap muncul di platform digital salah satunya melalui aplikasi palsu yang baru-baru ini ditemukan bersarang di perangkat lunak milik Apple yakni Mac App Store.

Dikutip dari TheVerge via TechRadar, insinyur perangkat lunak utama di Red Hat, Edoardo Vacci menemukan yang pertama dalam kumpulan aplikasi penipuan terbaru. Aplikasi yang dimaksud, My Metronome, terkunci dan tidak mengizinkan pengguna untuk berhenti menggunakan bila menu atau pintasan keyboard (bisa juga Force Quit) hingga mereka setuju untuk membayar langganan USD 9,99 per bulan atau berkisar Rp143 ribuan.

Menurut pendiri FlickType dan pemburu aplikasi penipuan Kosta Eleftheriou yang berbicara dengan The Verge, pengembang di balik My Metronome tampaknya telah “bereksperimen dengan berbagai teknik selama bertahun-tahun untuk mencegah orang menutup paywall”.

Eleftheriou sebelumnya juga telah mengidentifikasi sejumlah aplikasi penipuan untuk iOS yang berhasil melewati proses peninjauan Apple. Untuk hal ini, Apple sendiri biasanya memang diketahui sangat ketat meninjau aplikasi yang ada di platform toko aplikasi mereka.

Eleftheriou mengkonfirmasi klaim Vacchi dan mengarahkan The Verge ke aplikasi lain yang menunjukkan perilaku serupa. Di sisi lain, pengembang Mac dan iOS bernama Jeff Johnson melakukan investigasi sendiri dan menemukan bahwa pengembang di belakang My Metronome bernama Music Paradise LLC, terdaftar di alamat yang sama di Rusia dengan pengembang lain bernama Groove Vibes.

The Verge juga mengunduh aplikasi besutan Music Paradise dan Groove Vibes, lalu menemukan bahwa beberapa dari mereka mudah untuk dihentikan, namun yang lain menonaktifkan opsi berhenti dan tombol force quit di Mac.

Menurut The Verge, masih mungkin untuk keluar dari aplikasi tanpa membayar, tetapi tautan untuk menutup pop-up tampaknya sengaja dirancang agar sulit ditemukan. Ini lagi-lagi pada akhirnya memaksa pengguna untuk mengeluarkan sejumlah uang.

Aplikasi My Metronome saat ini sudah tidak ditemukan, tetapi tidak jelas apakah Apple sendiri yang menghapusnya atau bukan. Sayangnya, Apple belum memberikan komentar terkait hal ini.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

16 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

16 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

18 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

19 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

19 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

19 jam ago