Categories: Nasional

Cegah Corona Masuk Rumah dengan Cara Ini

(RIAUPOS.CO) — Untuk menghentikan penyebaran virus corona, semakin banyak yang mengajak kita untuk tidak keluar rumah. Himbauan ini sudah diserukan, baik di Australia maupun di Indonesia. Inilah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memastikan rumah kita jadi tempat yang aman.

Cegah Penularan Corona di Rumah

Rekomendasi ini disusun oleh pakar untuk membuat rumah kita bersih, tidak menjadi tempat penyebaran virus corona.

Bagaimana hentikan COVID-19 masuk ke rumah?

Lepaskan sepatu di pintu depan.

"Kita harus betul-betul waspada dan ketat." kata Dr Sacha Stelzer-Braid, ahli kuman dari University of New South Wales.

"Jadi tidak ada salahnya melepaskan sepatu sebelum masuk ke dalam rumah, khususnya anak-anak yang kadang suka langsung melompat naik ke kasur."

"Yang jelas jangan letakkan sepatu di dekat dimana kita akan menyentuhnya, seperti dekat meja."

Bersihkan dengan semua barang yang dibawa masuk ke rumah. Barang seperti container makanan bisa dibersihkan dengan sabun atau air sabun, sementara bahan makanan segar, seperti sayur, bisa dicuci dengan air.

Cuci tangan teratur dengan sabun dan air

Setelah masuk ke dalam rumah, cuci tangan dengan air sabun, paling sedikit 20 detik, sangat penting dilakukan.

"Resiko penularan lewat barang-barang yang kita beli dari toko atau supermarket rendah, tapi cuci tangan jadi kebiasaan baik. Tidak salahnya sering mencuci tangan sekarang ini," kata Dr Stelzer-Braid.

Bahan pembersih apa yang terbaik?

Cairan pembersih tangan, atau hand sanitizers, dan cairan pembunuh kuman, atau disinfectants, tidaklah cukup. Para ilmuwan sudah menunjukkan bahwa COVID-19 bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia di permukaan plastik atau metal sampai 72 jam.

Seperti yang dikatakan Professor Brett Mitchell kepada ABC Radio Sydney, bahwa produk yang sudah diborong masyarakat, seperti hand sanitiser dan semprotan pembunuh kuman tidaklah cukup kuat untuk membunuh virus.

"Cairan pembunuh kuman (Disinfectants) tidaklah bekerja dengan baik kalau kita hanya menyemprot begitu saja." kata Professor Mitchell.

"Cairan itu tidak bisa menerobos material organik dan debu yang masih ada di permukaan, jadi kita harus membersihkan debu tersebut dulu dan kemudian menggunakan cairan pembersih."

Sabun adalah bahan utama yang bisa membersihkan debu di permukaan, dan kemudian barulah cairan pembersih melakukan kerjanya membunuh kuman.

Bersihkan permukaan yang paling banyak disentuh.

Bersihkan pegangan pintu, cetekan listrik, dan HP dua kali sehari dengan sabun. Karena virus menyebar dari tangan yang menyentuh muka, para ahli menyarankan agar kita membersihkan permukaan apapun di rumah dengan teratur.

Dr Stelzer-Braid mengatakan agar rumah kita bersih, sebaiknya permukaan yang paling banyak disentuh dibersihkan dua kali sehari.

Cairan pembersih yang sudah dicampur air dan tambahan alkohol berkadar di atas 70 persen merupakan pembersih yang bagus.

Bagaimana bila ada yang sakit?

Karantina anggota keluarga selama 14 hari dan tingkatkan pembersihan. Bila ada anggota keluarga yang merasa tidak sehat, Professor Mitchell mengatakan perlu membersihkan daerah yang biasa digunakan oleh yang sakit lebih seksama.

"Bersihkan bagian di kamar orang yang sakit lebih sering, gunakan cairan pembunuh kuman setelah mencuci tangan, dan bersihkan juga keran air," katanya.

Bila ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala COVID-19, Dr Stelzer-Braid mengatakan mereka sebaiknya dikarantina di sebuah kamar dengan kamar mandi sendiri.

Kontak dengan anggota keluarga lain harus sangat jarang selama 14 hari dan bersih-bersih rumah harus dilakukan beberapa kali sehari.

Bila memungkinkan, pakaian dan sprei tempat tidur, yang diambil dengan sarung tangan dan masker bedah, harus dicuci lebih sering guna mengurangi kemungkinan adanya penularan.

"Juga menjadi kebiasaan baik agar udara segar bisa masuk ke dalam rumah, jadi buka jendela dan pintu." kata Dr Stelzer-Braid.

Pisahkan pakaian dan alat makan mereka. Pakaian dan alat makan yang digunakan oleh mereka yang sakit juga bisa menyebarkan virus sehingga harus dipisahkan.

"Mesin pencuci piring bagus digunakan karena bisa membunuh virus. Tetapi kalau tidak punya, bersihkan dengan air panas, air sepanas mungkin." katanya.

Cara membersihkan juga penting. Ketika membersihkan permukaan, gerakkan tangan dengan membentuk huruf S bisa dilakukan lagi, dan pastikan semua permukaan dibersihkan. Cara membersihkan juga menentukan apakah kita akan terkena virus atau tidak.

Gunakan sarung tangan sekali pakai.

Dr Stelzer-Braid mengatakan faktor kunci adalah jangan menunggu untuk menerapkan kebiasaan baik dalam melakukan bersih-bersih.

"Membersihkan sejak awal dan melakukan kegiatan rutin yang baik sangatlah penting."

"Bila penularan terjadi, kemungkinan akan terjadi dalam rumah tangga anda."

Meski cara-cara ini belum jadi jaminan terbebas dari infeksi, Dr Stelzer-Braid mengatakan hal ini bisa membuat virus kecil kemungkinannya masuk ke dalam rumah.

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

15 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

16 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

17 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

3 hari ago