korsel-dan-italia-darurat-virus-korona-wni-diimbau-patuhi-aturan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Virus corona jenis baru yang bernama COVID-19 kini berkembang luas di Korea Selatan dan Italia. Bahkan negara Korea Selatan sudah memberlakukan status zona merah atau darurat. Dan Italia sudah menutup sebagian kota-kota yang terdampak. Bagaimana nasib Warga Negara Indonesia (WNI) di sana?
Kementerian Kesehatan RI bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi bersama pihak KBRI Korea Selatan dan Italia untuk terus memantau seluruh kondisi WNI di sana. Pihak Kemenlu juga sudah mengeluarkan imbauan atau Travel Advice bagi siapapun yang hendak menuju Korea Selatan.
"Kemenlu dan KBRI serta Direktorat Perlindungan WNI selalu komunikasi dengan kami (Kemenkes). Dir perlindungan badan hukum di Indonesia arahkan KBRI di negara terdampak agar semua WNI yang berada di negara terdampak wajib patuhi otoritas kesehatan setempat," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Selasa (25/2).
Yurianto menegaskan semua WNI di Korea Selatan maupun Italia agar mematuhi otoritas setemkpat. Hal itu merupakan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Jangan buat cara sendiri. Karena semua negara ini menyangkut public health emergency. Sudah jadi internasional concern. Selalu ikuti pedoman WHO. Itu panduan cegah penyebaran penyakit. Itu jadi langkah pertama," jelasnya.
Dan untuk warga negara Italia atau Korea Selatan yang masuk ke Indonesia, Yurianto menegaskan semua upaya pemeriksan kesehatan yang ketat tetap dilakukan kepada siapa saja yang datang dari negara terdampak. Semua upaya surveilens di semua daerah juga diperketat kepada siapa saja yang datang.
"Otoritas Korea Selatan dan Italia juga sudah memperketat pastinya bagi siapapun yang keluar dari negaranya. Kami juga sudah mendata warga WNI di sana. Sudah memantau kondisinya. Manakala ada yang sakit," jelasnya.
"Sampai sejauh ini informasi dari Direktur Perlindungan WNI belum berikan informasi apapun tentang kondisi WNI di sana. Insya Allah sehat-sehat semua," tandasnya.
Sumber: Jawpos.com
Editor: Erizal
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…
SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…
Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…