Categories: Nasional

Proses Tidak Instan

RIAUPOS.CO — Terpilihnya Tiara dan Lyodra sebagai grand finalist Indonesian Idol X cukup menarik perhatian. Keduanya masih SMA. Tiara tercatat sebagai siswi kelas XII SMA Muhammadiyah 3 Jember. Sementara itu, Lyodra adalah murid kelas XI SMAK Santo Thomas 2 Medan.

Meski begitu, keduanya sama-sama punya potensi besar sebagai penyanyi. "Mereka memang muda, tapi proses yang mereka lalui nggak instan," kata Ari Lasso, salah seorang juri.

Tiara kerap disebut punya bekal komplet sebagai idola. Putri sulung pasangan musisi Jember Deddy Nugroho dan penyanyi Sari Yoshida itu punya gaya menyanyi yang menghibur. Suara gadis yang pernah jadi penari latar Siti Badriah di closing Asian Games 2018 itu pun disebut-sebut mirip Raisa Andriana. Ngepop, kekinian, dan mudah disukai banyak orang. "Istilahnya, Tiara ini bisa sukses secara komersiallah," ucap Judika Sihotang, juri lainnya.

Di sisi lain, Lyodra selalu dipuji berkat cara menyanyinya yang nyaris sempurna. Teknik menyanyi gadis yang pernah ikut proyek Di Atas Rata-Rata (DARR) pada 2014 bersama Erwin Gutawa dan Gita Gutawa itu memukau para juri mulai audisi hingga babak spektakuler. Lagu "sulit" alias yang membutuhkan teknik tinggi hampir selalu dilahap oleh putri sulung pasangan Simar Ginting dan Natalia Johanna Tarigan itu. Juri pun beberapa kali memberi standing ovation. "Dia memang kuat di vokal. Cara menyanyinya berkualitas," komentar Judika.

Lyodra menjuarai kompetisi menyanyi Festival Sanremo Junior 2017 di Italia dengan membawakan lagu Dear Dream. Dia juga meraih piala AMI Awards 2017 kategori Artis Solo Perempuan Anak-Anak Terbaik.

Soal kelebihan, dia senada dengan juri. "Di usia muda ini, aku yakin dengan kualitas dan potensiku yang mungkin tidak dimiliki penyanyi lain," tutur Lyodra yang masuk Top 6 ajang Indonesia Mencari Bakat pada 2014.(jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tragis! Minibus Seruduk Truk Mogok di Tol Permai, Sopir Tewas di Tempat

Kecelakaan di Tol Permai libatkan minibus dan truk mogok, satu tewas dan tiga luka berat.…

4 jam ago

4 Bulan Tak Digaji, Guru Bantu Kampar Mengadu ke DPRD

Puluhan guru bantu di Kampar belum menerima honor selama 4 bulan. DPRD dorong solusi cepat…

6 jam ago

Warga Aktif Lapor Sampah Ilegal, Pemko Pekanbaru Beri Apresiasi Khusus

Pemko Pekanbaru beri penghargaan kepada warga Binawidya yang melaporkan lokasi sampah ilegal, dorong partisipasi publik…

7 jam ago

Dibangun Rp42 Miliar, RS Pratama Penyagun Masih Sepi Tanpa Aktivitas

RS Pratama Penyagun di Meranti belum beroperasi meski sudah dibangun Rp42 miliar. Kendala izin dan…

7 jam ago

Hujan Deras Semalaman, Rumbai Timur Kebanjiran, 6 Warga Dievakuasi

Hujan deras picu banjir di Pekanbaru, enam warga dievakuasi di Rumbai Timur, sementara genangan di…

14 jam ago

PSPS Pekanbaru Bungkam Persekat 4-2 dalam Duel Sengit, Gamaroni Hattrick

PSPS Pekanbaru menang 4-2 atas Persekat Tegal. Gamaroni tampil gemilang dengan hattrick dalam laga Pegadaian…

16 jam ago