Categories: Nasional

Sri Mulyani Sebut Wajar AS Anggap Indonesia Negara Maju

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Perwakilan Perdagangannya di World Trade Organization (WTO), yakni US Trade Representative (USTR), mengeluarkan Indonesia dan beberapa negara lainnya dari kategori negara berkembang. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, itu adalah keputusan yang wajar.

Sebab pendapatan perkapita pertahun Indonesia saat ini sudah berada di atas USD 4 ribu. "Karena Indonesia kan selama ini sudah masuk sebagai negara berpendapatan menengah, jadi ya memang harus terus meningkatkan competitiveness kita saja," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2).

Kendati demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyadari keputusan AS itu menimbulkan konsekuensi pada Countervailing Duties (CVD). Tapi dia menjelaskan, selama ini hanya lima komoditas yang menikmati fasilitas CVD.

"Jadi, sebetulnya enggak terlalu besar sekali pengaruhnya kepada perdagangan kita (keputusan AS tersebut)," katanya.

Sementar itu, mengenai hilangnya Generalized System of Preference (GSP), Sri Mulyani menuturkan, sejauh ini memang belum banyak produk yang menikmati fasilitas ini. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2019, Indonesia hanya memanfaatkan 836 produk dari 3.572 pos tarif yang berhak mendapatkan fasilitas GSP.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, keputusan AS itu akan mempengaruhi daya saing produk Indonesia. Atas dasar itu, pihaknya meminta pemerintah dapat melakukan lobi dagang secara bilateral.

"Negosiasi tarif secara bilateral dinilai akan memungkinkan keuntungan perdagangan Indonesia tetap bertahan," ujarnya di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (24/2).

Lebih lanjut Rosan mengatakan, pada saatnya nanti Indonesia memang akan diakui sebagai negara maju. Maka dari itu, pemerintah perlu memikirkan sedari dini langkah-langkah yang dapat mendukung pasar produk Indonesia di luar.

"Dari sisi dunia usaha sudah mengantisipasi juga. Kami tahu suatu saat akan diakui sebagai negara maju," tutur Rosan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

8 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

8 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

1 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

1 hari ago