Categories: Nasional

Soal Skandal Seksual Petenis Putri, Cina Menganggap Dilebih-lebihkan

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina meminta agar publik berhenti melebih-melebihkan kasus pelecehan seksual yang melibatkan mantan petenis ternama, Peng Zhuai, dan terduga pelaku eks wakil Perdana Menteri negara itu, Zhang Gaoli.

"Saya kira semua orang harus berhenti dengan sengaja dan melebih-lebihkan apalagi mempolitisasi masalah ini," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Li Jian, saat menanggapi pertanyaan dampak kasus atas citra Cina di mata internasional.

Komentar tersebut merupakan tanggapan langsung dari Pemerintah Cina usai kasus Peng mencuat ke publik. Pemerintah Cina menyebut pelecehan seksual itu "bukan masalah diplomatik".

Unggahan Peng di media sosial juga telah dihapus dari jagat internet Cina. Sampai sekarang, Beijing sudah berulang kali menepis pertanyaan soal keberadaan dan keselamatan Peng.

Petenis itu sempat dikabarkan menghilang. Ia tak muncul di ruang publik selama lebih dari dua pekan usai Peng buka suara soal kasus kekerasan seksual yang menimpa dia.

Namun pada akhir pekan lalu, ia muncul dalam panggilan video selama 30 menit dengan Komite Olimpiade Internasional. Ia juga terlihat menghadiri pertandingan tenis di Beijing.

Meski demikian, kelompok hak asasi manusia dan pihak berwenang keolahragaan luar negeri terus menyuarakan keprihatinan soal keselamatan Peng. Mereka juga mempertanyakan sikap pemerintah atas kasus ini.

"Video ini tak mengubah seruan kami agar investigasi yang transparan, menyeluruh, adil, dan tanpa sensor atas tuduhan penyerangan seksualnya, yang menjadi masalah dan menimbulkan kekhawatiran awal kami," demikian menurut Asosiasi Tenis Perempuan (ATP).

Awal November lalu, Peng Zhuai mengaku Zhang Gaoli memaksa dirinya melakukan hubungan seksual. Cerita itu, ia beberkan di media sosial Cina, Weibo.

Kasus itu kembali memicu gerakan #MeToo di Cina. Banyak pihak yang mendukung pernyataan Peng,  termasuk kelompok feminis di negara tersebut.

Amerika Serikat bahkan meminta Cina transparan soal ini. Mereka menuduh Cina memperlakukan Peng dengan tidak baik saat sang petenis dinyatakan menghilang dari publik.

Sumber: AFP/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

19 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

19 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago