Categories: Nasional

Tinggalkan Anak Saat Syuting di Aceh, Ini Kata Dinda Hauw

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dinda Hauw sudah menerima pekerjaan project film lagi setelah anak pertamanya, Arshakalif, menginjak usia 4 bulan. Perempuan berhijab itu punya mengalaman meninggalkan anaknya di rumah demi menunaikan kewajiban jalani syuting film di Aceh.

Dinda Hauw mengungkapkan, meninggalkan anak keluar kota satu hari saja, sudah sangat berat. Untungnya rumah produksi memahami situasi yang dihadapi Dinda Hauw yang punya anak kecil. Sehingga proses syuting untuk sejumlah scene dirinya dipercepat.

”Kita syuting di Aceh untuk pertama kalinya ninggalin Shaka, berat banget sumpah. Kalau keluar kota sebenarnya bisa 4 sampai 5 hari sih. Cuma karena kita punya anak ya gimana dalam satu hari selesai,” tutur Dinda Hauw saat ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/10).

Meninggalkan anak satu hari saja sudah terasa sangat berat bagi Dinda Hauw. Dia mengaku tidak kuat menahan perasaan kangen ke anak. Kendati demikian, perempuan berhijab itu tidak mau melakukan videocall ketika terpisah dari anak.

”Kalau bisa setiap menit videocall, ya kita videocall. Cuma kita menahan karena katanya bikin anak rewel. Kita takut anak jadi gampang nangis,” papar Dinda.

Dinda Hauw saat ini masih menerima project film dan bintang iklan untuk pekerjaan. Sementara untuk tawaran sinetron, dia belum mau menerimanya sekarang. Dia mengaku belum siap dengan ritme syuting striping dimana hari-hari lebih banyak berada di lokasi syuting.

”Kalau sinetron belum, masih pengin sama anak dan suami dulu. Tapi enggak tahu ke depannya bagaimana,” tutur Dinda Hauw.

Rey Mbayang mengatakan, tidak ada batasan khusus diberikannya untuk Dinda Hauw. Dia membebaskan sang istri menerima pekerjaan apapun sepanjang tidak melupakan kewajiban sebagai seorang istri sekaligus ibu.

”Tapi sejauh ini dia mengerti posisinya sih,” ucap Rey Mbayang.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago