Categories: Nasional

Defisit APBN per Agustus Capai Rp 199,1 Triliun, ini Penjelasan Menkeu

JAKARTA RIAUPOS.CO) — Hingga Agustus 2019, defisit anggaran tercatat sebesar Rp 199,1 triliun atau 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi itu lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 183,71 triliun atau sekitar 1,14 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, peningkatan defisit anggaran dipengaruhi oleh realisasi belanja negara yang tumbuh lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan negara. Secara kumulatif, belanja negara di semua sektor yang meningkat tak sebanding dengan pendapatan negara.

“Dibanding periode yang sama tahun lalu, defisit anggaran mengalami kenaikan dari 1,02 persen,” kata Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (24/9).

Sampai Agustus 2019, total realisasi pendapatan negara hanya mencapai Rp 1.189 triliun atau sekitar 54,6 persen dari target APBN 2019. Rinciannya, berasal dari pendapatan dalam negeri pada penerimaan perpajakan sebesar Rp 907 ,5 triliun atau sekitar 56,1 persen dari target APBN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 240,3 triliun atau sekitar 87,3 persen dari target APBN.

Sementara itu, pada periode sama realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp 1.388 triliun atau sekitar 56,4 persen dari target APBN 2019. Detilnya, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 857,7 triliun dan Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp 530,6 triliun.

“Belanja negara tumbuh 6,5 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun 2018, didukung peningkatan penyaluran TKDD tumbuh 5,8 persen (yoy), jauh di atas pertumbuhan 2018,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, per Juli 2019 lalu, defisit anggaran tercatat sebesar Rp 183,7 triliun atau setara dengan 1,14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi tersebut lebih besar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 151 triliun atau setara 1,02 dari PDB.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

1 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

1 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago