Categories: Nasional

Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, dari Isu Rasis hingga Penyusup

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mulai mengidentifikasi pemyebab kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua kemarin, Senin (23/9). Data awal mengarah pada dugaan adanya berita bohong atau hoax yang tersebar di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tito menjelaskan, isu yang beredar di kalangan siswa bahwa ada seorang guru yang menyebut anak didiknya dengan sebutan kera (monyet). Namun, setelah didalami, guru tersebut sebetulnya mengucapkan kata keras.

“Di hari yang sama (dengan kerusuhan di Expo Waena), pagi harinya di SMA PGRI ada isu bahwa ada seorang guru yang sedang mengajar menyampaikan pada muridnya bahwa kalau bicara keras,” kata Tito dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9).

“Terdengar, oleh murid ini kera. Sehingga dikatakan ke temannya bahwa dikatakan monyet. Padahal yang dikatakan ‘jangan bicara keras’. Hanya saja mungkin tonenya, dan (huruf) S nya terdengar lemah,” tambahnya.

Isu tersebut kemudian tersebar dengan cepat. Narasi yang dibangun yakni seorang guru bersikap rasis kepada anak didiknya. Kejadian ini kemudian berujung pada aksi demonstrasi para siswa di depan kantor Bupati Wamena.

Saat aksi berlangsung, diduga ada sejumlah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab menyusup di tengah kerumunan massa. Untuk berkamuflase, mereka berpenampilan dengan seragam siswa. Oknum ini mulai melakukan provokasi hingga terjadi kerusuhan.

“Dan kita yakin yang mengembangkannya adalah kelompok tadi, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggunakan segaram SMA. Kita sedang cari orangnya,” ucap Tito.

Aparat gabungan saat itu sudah dengan cepat menenangkan massa. Namun, jumlah demonstran terlampau banyak mencapai 2000 orang. Sehingga sulit dinetralisir. Massa kemudian langsung bersikap anarkis. Saling lempar batu hingga terjadi pembakaran sejumlah bangunan. Kantor Bupati Wamena juga tak luput dari amuk massa.

“Ada yang melempar batu ke toko di sekitar, bakar kantor bupati, rusak fasilitas, mobil dan motor dibakar,” jelas Tito.

Melihat aksi anarkis ini, petugas kemudian berusaha memukul mundur massa. Sejumlah massa yang diduga provokator maupun yang diduga perusuh diamankan untuk dimintai keterangan. Saat ini aparat gabungan baik TNI dan Polri terus menjaga situasi di Wamena agar kerusuhan tidak terjadi kembali.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

1 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

1 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

1 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

1 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

1 hari ago