Categories: Nasional

219 Warga Kampung Mandi Angin, Minas, Terima Sertifikat TORA

SIAK (RIAUPOS.CO) – Setelah penantian panjang, akhirnya 219 kepala keluarga di Kampung Mandi Angin, Kecamatan Minas, menerima sertifikat tanah Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Siak.

Bupati Siak Alfedri menyerahkan secara simbolis kepada warga. Alfedri mengatakan, dengan bersertifikat, tentunya ada kepastian hukum dan kepastian hak atas lahan masyarakat Mandi Angin, melalui Program sawit Siak II. 

Sertifikat ini diterbitkan melalui Program Reforma Agraria yang sudah dialokasikan anggarannya oleh BPN Kabupaten Siak. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPN Siak, yang telah membantu menyelesaikan sertifikat tanah Program Reforma Agraria di sini, sehingga hari ini bisa diserahakan," kata Bupati Alfedri, Rabu (23/6) siang.

Hadir pada acara itu, Asisten Admintrasi Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Siak Hermen, Kepala Bidang Penataan Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Riau Zumratul Aini, Camat Minas, Direktur PT Persi Husni Merza, tokoh masyarakat, serta puluhan masyarakat penerima sertifikat TORA.

Dikatakan Alfredi, sertifikat yang dibagikan itu adalah lahan perkebunan dari Program Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan atau Program Sawit Siak II tahun 2006, dengan luas 450 hektare. 

Sebanyak 219 sertifikat telah selesai dan telah diserahkan kepada masyarakat dari 225 orang anggota Koperasi Sekato Jayo Lestari (SJL) Minas dan sisanya masih dalam proses.

"Mudah-mudahan setelah diserahkannya sertifikat ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati.

Kabar baiknya, kebun sawit ini telah memiliki sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hal ini sangat menguntungkan bagi  petani sawit di sini. 

Karena, tata kelola kebun sudah memiliki standar pertanian, sehingga produktivitasnya dapat meningkat. Kemudian para petani bisa menjual TBS dengan harga premium.

"Kami mengajak masyarakat Mandi Angin untuk selalu bersyukur dan mendukung program-program pemerintah. Sehingga ke depan akan ada program yang lebih baik lagi,” kata Bupati. 

Bupati ingin menyamapikan dari 8.500 hektare sawit Program Siak I dan Siak II, inilah kebun sawit pertama yang mendapat sertifikat ISPO.

Alfedri mengusulkan kepada Kantor Wilayah BPN Riau untuk menjadikan Kampung Mandi Angin sebagai Kampung Reforma  Agraria, dengan kontur tanah yang mendukung. Harapan Alfedri tentunya berdampak baik bagi masyarakat di masa mendatang.

"Setelah menjadi Kampung Reforma  Agraria, nanti bisa menjadi kampung binaan dari Kanwil BPN,” sebutnya.

Laporan: Monang Lubis (Siak Sriindrapura)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

24 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

1 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

1 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

3 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

3 hari ago