Categories: Nasional

Kuasa Hukum Haris Azhar Serahkan 20 Daftar Bukti

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perserteruan antara Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) terus berlanjut. Kemarin (23/3), tim Koalisi Masyarakat Sipil melayangkan laporan terkait dugaan gratifikasi LBP dan sejumlah pejabat lain yang berkaitan dengan dugaan gratifikasi serta kejahatan ekonomi dalam bisnis pertambangan emas di Intan Jaya, Papua.

Meika Arista, perwakilan masyarakat sipil yang menyampaikan laporan tersebut ke Polda Metro Jaya (PMJ) mengatakan upaya pelaporan itu tidak berjalan mulus. Dia menyebut sempat terjadi debat kusir antara pelapor dengan petugas yang menerima laporan. "Intinya secara tidak langsung mereka menolak laporan kami," ujarnya kepada Jawa Pos (JPG).

Awalnya, kata Meika, tim koalisi masyarakat sipil menyampaikan laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) PMJ sesuai prosedur. Namun, dari SPKT, para pelapor diminta untuk ke Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) PMJ. "Namun mereka bilang nggak bisa (sampaikan laporan polisi, red)," ungkapnya.

Meika menerangkan, petugas hanya mau menerima dokumen berisi materi laporan dari pelapor tanpa mau membuat tanda terima laporan sebagaimana mestinya.

"Padahal sesuai KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Zcara Pidana, red), kami berhak menerima tanda terima agar ke depan bisa menagih progres dari laporan itu," tutur perempuan berjilbab tersebut.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Haris Azhar kemarin menyerahkan bukti-bukti dan daftar saksi serta ahli untuk dimintai keterangan dalam penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap LBP. Total, ada 20 daftar bukti yang diserahkan pihak Haris. Di antaranya dokumen sah perusahaan yang berkecimpung dalam skandal bisnis pertambangan di Intan Jaya, Papua.

"Kami meminta kepolisian untuk memeriksa saksi dan ahli untuk menilai bukti-bukti yang kami serahkan," ungkap kuasa hukum Haris Azhar, Nurkholis Hidayat. Saksi-saksi yang didaftarkan ke kepolisian antara lain sembilan pimpinan non-government organization (NGO) yang melakukan riset terkait relasi ekonomi dan operasi militer di Intan Jaya, Papua.

Haris Azhar menambahkan dengan bukti-bukti itu pihaknya berharap penyidik PMJ bisa melihat secara utuh diskusi terkait relasi ekonomi-operasi militer di Intan Jaya yang tayang di channel Youtube miliknya. "Yang dipermasalahkan selama ini kan selalu judul dan kata ‘bermain’. Nah ini kami bawa buktinya," tutur aktivis hukum dan hak asasi manusia (HAM) itu.

Sementara itu, Kabid Humas PMJ Kombes Endra Zulpan belum memberikan tanggapan terkait ‘penolakan’ laporan koalisi masyarakat sipil tersebut. Saat dikonfirmasi, Zulpan belum memberikan respons.

Begitu pula ketika dikonfirmasi terkait penyerahan bukti dan nama-nama saksi dari pihak Haris Azhar itu.(tyo/jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

9 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

12 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

13 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

14 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

14 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

14 jam ago