warga-teluk-lanus-budidayakan-tanaman-ramah-lingkungan
SIAK (RIAUPOS.CO) — Berdasarkan peta indikatif pusat, Kabupaten Siak termasuk ke dalam penerima manfaat program perhutanan sosial dalam bentuk hutan desa seluas 3.580 hektare yang diperuntukkan bagi 520 KK masyarakat Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.
Untuk itu, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengimbau agar masyarakat Kampung Teluk Lanus dapat menanam budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
Dikatakan Alfedri, bahwa program perhutanan sosial hutan desa tersebut merupakan pemberian akses masyarakat untuk mengelola areal kehutanan, yang ditujukan untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan kami, kebijakan perhutanan sosial ini dapat mewujudkan percepatan pemerataan ekonomi di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Siak. Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan penanaman jenis tanaman yang tidak ramah lingkungan," ujar Alfedri usai penyerahan secara secara simbolis SK perhutanan sosial oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo di Minas, Jumat (20/2).
Pada kesempatan tersebut, Alfedri menyampaikan Pemkab mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden RI Joko Widodo di Kabupaten Siak dalam rangka penyerahan secara simbolis SK perhutanan sosial.
Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menanam tanaman seperti kelapa sawit. Seperti halnya arahan presiden.
"Masyarakat diarahkan untuk menanam tanaman ramah lingkungan seperti aren dan lain sebagainya," pesannya.(wik)
Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…
Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…
Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…
Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…
BPBD Siak, polisi, dan BBKSDA memastikan video dugaan serangan harimau di Kandis adalah hoaks dan…