Categories: Nasional

Indonesia Diminta Mencontoh Malaysia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Peningkatan pengujian, penelusuran, dan isolasi sumber penularan Covid-19 bisa menjadi jalan bagi Indonesia bisa mengalahkan pandemi. Semakin banyak pengujian, maka sumber penularan bisa semakin ditemukan dan diisolasi.

Co-Founder KawalCovid-19 Elina Ciptadi mengungkapkan, perubahan struktur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjadi Satgas Covid-19 tak terlalu penting. Dia justru mengingatkan kembali komitmen Presiden Jokowi yang ingin menggenjot jumlah tes uji.

"Bagi kami struktur nggak terlalu penting. Yang penting amanat presiden melipatgandakan testing, tracing, dan treatment. Bagi kami perlu ditambah dengan isolasi berjalan dengan cepat," ujarnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Sejak awal Maret sampai sekarang, kata dia, kapasitas testing Indonesia baru 12 ribuan orang per hari. Menurut Elina, angka itu masih jauh sekali dari cukup untuk penanganan pandemi berskala Indonesia. Dia menilai Indonesia harus mencontoh Malaysia.

"Kalau Malaysia mengalahkan pandemi dengan 30 ribu tes per hari dan populasi mereka 1/9 dari Indonesia," tuturnya.

Demikian juga dengan tracing. Menurut hitungan tim KawalCovid-19, daerah-daerah dan negara-negara yang berhasil menekan angka kematian karena Covid-19 melakukan isolasi terhadap setidaknya 25 orang per kasus positif. Sementara di Indonesia jumlah orang yang diisolasi baik berstatus suspek hanya kurang lebih 6 orang per kasus positif.

"Itu pun isolasi-nya banyak yang mandiri, tidak diawasi. Kita tidak tahu tingkat ketaatan mereka pada isolasi itu," jelasnya.

Data Wajib Harus Tetap Diumumkan

Data Covid-19 yang tak diumumkan lagi secara langsung bagi KawalCovid-19 juga tak masalah dan cukup dengan siaran pers kepada media. Yang terpenting data harian wajib tetap diumumkan.

"Sebetulnya yang selama ini Pak Achmad Yurianto (mantan Juru Bicara) lakukan kan mengumumkan data harian. Itu dilakukan via siaran pers saja sudah cukup memang, karena toh nggak ada tanya jawabnya. Yang penting data hariannya tetap diumumkan, dan press conference mingguan bisa dilakukan untuk pembahasan lebih dalam mengenai tren, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, daerah mana yang melakukan terobosan-terobosan yang efektif," jelasnya.

"KawalCovid-19 komitmen untuk terus membagi data dan analisa, selama pemerintah daerah maupun pusat sebagai sumber datanya terus membuka datanya," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

Hujan deras di Baloi Batam picu banjir lumpur dan kayu gelondongan dari bukit gundul, jalan…

4 jam ago

Sampah Plastik Kepung Pantai Padang, Minta Penanganan Serius

Tumpukan sampah plastik kepung Pantai Padang di sekitar Masjid Al-Hakim, wisatawan soroti kebersihan kawasan wisata…

5 jam ago

Parkir Sembarangan di Flyover Kelok 9, Pengendara Disanksi Push Up

Satlantas Polres Limapuluh Kota beri sanksi push up bagi pengendara yang parkir sembarangan di Flyover…

7 jam ago

Beli RoaMax Umrah Telkomsel, Bonus Voucher Kuliner Nusantara di Makkah

Telkomsel hadirkan RoaMax Umrah kuota 70 GB hingga 17 hari plus voucher kuliner Nusantara di…

7 jam ago

The Premiere Hotel Hadirkan “Resapi Ramadan”, All You Can Eat Rp198 Ribu

The Premiere Hotel Pekanbaru hadirkan program Resapi Ramadan dengan konsep All You Can Eat dan…

7 jam ago

Ramadan di Rumbai Makin Semarak, 99 Asma’ul Husna dan 25 Nama Nabi Terangi Jalan Sembilang

Ratusan lentera Asma’ul Husna dan nama nabi terangi Jalan Sembilang Rumbai, jadi tradisi Ramadan yang…

9 jam ago