Categories: Nasional

Berebut “Jatah” di Blok Rokan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Blok minyak terbesar di Indonesia, Blok Rokan akan habis kontraknya pada Agustus 2021. Pengalihan sudah disiapkan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina. Alih kelola ini kelihatannya sepi-sepi saja, tidak seperti ketika Blok CPP atau Blok Langgak yang sempat memanas. Belakangan, muncul Badan Usaha Milik Adat (BUMA) yang ikut “main” di Blok Rokan. Benarkah untuk mengangkat marwah Riau? Ada apa di balik itu?

Petang itu, aktivitas di sekitar Duri Camp, tempat pengeboran minyak PT CPI terlihat sepi. Karyawan yang pulang dari Duri Camp tidak sebanyak beberapa tahun lalu.

“Sejak setahun lalu seperti ini,” ujar warga sekitar, Rizky, pekan lalu kepada Riau Pos.

Sepinya aktivitas di Du­ri Camp CPI memang berbanding sejajar dengan ber­kurangnya aktivitas pengeboran. Wilayah Kerja (WK) Ro­kan atau yang dikenal dengan Blok Rokan juga akan habis masa kontraknya. PT CPI tidak begitu ngotot mempertahankan Blok Rokan, salah satunya karena produksi yang terus menurun.

Ladang minyak terbesar di Indonesia ini pernah mencapai masa jayanya pada Mei 1973 sebesar 1 juta barel per hari (BOPD/barel oil per day). Tapi, produksinya terus menurun terutama lima tahun terakhir. Dari laporan SKK Migas, pada tahun 2018 tercatat hanya sebesar rata-rata 210.000 barel per hari. Pada Januari 2021 angkanya dilaporkan turun menjadi sebesar rata-rata 170.000 barel per hari.

Hal itu juga tergambar dari pemaparan Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, tahun lalu. CPI menilai Blok Rokan sudah tidak ekonomis. Bahkan sudah dilakukan pemilahan sumur produktif dan tidak. Sumur minyak yang tidak produktif mulai ditinggalkan. Tujuannya meminimalisir downtime CPI.

Kendati belakangan dibantah Manager Corporate Communications PT CPI Sonitha Poernomo, tapi tak diragukan, bahwa cadangan minyak Blok Rokan memang terus menipis. Sonitha menyebut, pada tahun 2018, PT CPI ikut mengajukan proposal perpanjangan Kontrak Kerja Sama (KKS) Rokan kepada Pemerintah Indonesia. Namun, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunjuk Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai pengelola berikutnya.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

9 jam ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

9 jam ago

Plt Bupati Kuansing Muklisin Imbau ASN Tetap Profesional dan Jaga Pelayanan Publik

Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…

9 jam ago

Bupati Kuansing Resmi Tersangka KPK, Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Seret Tiga Orang

KPK menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jabatan Sekda. Kasus ini menyeret…

9 jam ago

Ratusan Kendaraan Antre Berjam-jam, Warga Bengkalis Desak Solusi Distribusi BBM

Keterlambatan mobil tangki membuat antrean BBM mengular di empat SPBU Pulau Bengkalis. Warga mendesak pemerintah…

9 jam ago

Masih Tahap Perbaikan, Kendaraan Berat Belum Boleh Melintasi Jembatan Pasir Utama

Perbaikan Jembatan Desa Pasir Utama Rohul masih berlangsung. Kendaraan berat dilarang melintas sementara hingga pekerjaan…

9 jam ago