Categories: Nasional

Pilah-Pilah Sampah untuk Lingkungan yang Lebih Baik

(RIAUPOS.CO) – SUDAH bukan rahasia lagi, rumah tangga menjadi salah satu produsen sampah terbesar dari total jumlah dan sumber sampah di Indonesia. Dan yang paling banyak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sampah organik.

Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dan dibiarkan menumpuk begitu saja di TPA akan menimbulkan masalah yang besar di kemudian hari. Mengelola sampah rumah tangga ini bukan perkara mudah. Tetapi, hal ini bisa dilakukan jika mempunyai niat dan tekat yang kuat untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

Seperti yang dilakukan oleh Aktivis Lingkungan Rahmi Carolina. Ia memaparkan, cara pertama yang biasa dilakukannya adalah memilah sampah di rumah. “Kami memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti semua kulit buah, kulit bawang, kertas, potongan tangkai sayur, sayur busuk atau buah busuk, daun kering dan lain-lain, akan diolah menjadi kompos untuk kebutuhan kebun pekarangan. Sisanya seperti sampah anorganik yang masih layak akan digunakan untuk hal lain atau bisa ditabung ke bank sampah,” kata Rahmi, Sabtu (22/1).

Untuk mengelola sampah organik diperlukan wadah seperti compost bag, bak kompos, karung, ember, atau pun galon air bekas. Menurut Rahmi, apa pun bisa digunakan sebagai wadah kompos, tinggal disesuaikan cara mengomposnya. “Atau jika punya lahan yang cukup, sampah organik bisa dikubur saja,” tukas Rahmi.

Rahmi mengungkapkan, setiap hari sampah sisa dapur seperti tangkai sayur, kulit buah-buahan dan lain-lain, dibuang ke wadah kompos. Lalu dilapisi dengan sampah dedaunan kering, sekam dan robekan kertas bekas agar kompos tidak berbau dan basah. “Begitu terus selang seling, isi sampai wadah penuh. Jika sudah penuh tutup wadah dan diamkan selama tiga bulan atau sampai semua sampah organik terurai menjadi kompos,” paparnya.

Ia menambahkan, bagian tersulit melakukan hal tersebut adalah melawan rasa malas. Diperlukan istiqamah, teguh pendirian, serta sadar bahwa yang dilakukan ini, mengkompos ini adalah sebuah kebaikan untuk banyak makhluk hidup di bumi.

Selain itu, menurut Rahmi, dengan melakukan hal ini, maka rasa peduli terhadap lingkungan akan menjadi lebih meningkat. Tak hanya itu, pastinya juga akan bermanfaat, dimana punya pupuk organik sendiri bisa digunakan untuk kebutuhan kebun.

“Menjalani siklus tanam-konsumsi-kompos dan terhubung dengan alam. Jadi semakin sadar bahwa kita manusia sejatinya adalah bagian dari alam, dan ikut berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan,” ujarnya.

Rahmi menambahkan, kebaikan untuk bumi harus terus ditularkan ke banyak orang. Karena aksi kecil akan berdampak besar jika dilakukan bersama-sama. Minimal menularkannya ke orang-orang terdekat, sehingga orang-orang itu juga akan menularkannya ke orang lain.

“Sambil terus menyebarkan aktivitas mengompos di sosial media. Berdasarkan pengalaman saya, cepat atau lambat, satu atau dua orang pasti tertarik dan ingin memulainya. Semakin banyak dishare, semakin banyak orang tau dan mudah-mudahan akan semakin banyak yang sadar,” pungkasnya.(ali)

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

16 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago