Categories: Nasional

Pemakaman pun Harus Pakai Genset

Kabut asap yang ada di Kabupaten Muarojambi, Jambi semakin parah. Suasana dua Kecamatan Kumpe Ulu dan Kumpe Ilir semakin memburuk ditandai dengan pandangan sekitar yang tampak memerah dan gelap, Sabtu (21/9).  Bahkan, warga harus menggunakan penerangan di siang hari.

(RIAUPOS.CO) — Kondisi tengah hari tampak bagaikan malam hari dengan alam yang semakin dipenuhi dengan asap kabut, hal ini membuat warga dua kecamatan tambah sesak napas menghirup udara. Diketahui, kondisi paling parah ada di Desa Pulau Mentaro dan Desa Mekar Sari. “Ini adalah kondisi tengah hari selepas Salat Zuhur, langit memerah cuaca bagaikan malam hari,” ujar Rino, masyarakat Desa Pulau Mentaro.

Lebih lanjut, keluhan serupa juga disampaikan oleh warga Kumpeh lainnya yang meminta bantuan pemerintah agar dapat cepat mengatasi masalah ini. “Kami sekarang semakin sulit bernapas, ke luar rumah takut, di dalam rumah siang hari kami harus menghidupkan lampu agar dapat melihat keadaan kalau tidak ada lampu mungkin sudah gelap gulita,” imbuh Romi.

Kondisi ini menjadi viral di jagat media sosial. Di mana halaman media sosial dipenuhi dengan kondisi Kumpe yang terbilang menyeramkan dan empati kepada masyarakat di Kumpe.

Bahkan saking gelapnya, warga terpaksa menggunakan penerangan dari genset saat menguburkan jenazah salah seorang warga yang meninggal akibat penyakit sesak napas. Saat keluar rumah pun, warga menggunakan senter sebagai alat bantu penerangan.

“Tadi (kemarin, red) ada warga yang meninggal sakit sesak napas. Kabarnya, sakitnya kian parah karena kabut asap ini hingga akhirnya meninggal. Saat prosesi pemakaman kami pakai genset karena memang gelap dan suasananya seperti malam hari. Kalau ke luar rumah kami pakai senter,” urainya.

Namun sayang, tak dapat diketahui secara pasti berapa kondisi ISPU di lokasi ini karena tak ada alat pengukur ISPU di wilayah Kumpe Ulu maupun Ilir. “Iya memang kondisi asap cukup parah hari ini, Sabtu (21/9). Kabut tampak semakin tebal dan cuaca memerah. Memang ada lahan yang masih terbakar saat ini dan belum mampu dikendalikan karena keterbatasan sarana air,” ujar Zakir Kepala BPBD Muarojambi saat dikonfirmasi.

Saat ini, tim Satgas Karhutla di lapangan kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api, dimana kanal disekitar lahan telah mengering sehingga tidak mampu memadamkan api. “Kami kesulitan mencari sumber air, jadi tak dapat melakukan upaya pemadaman api, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin demi masyarakat,” imbuh Zakir.

Sementara itu, Bupati Muarojambi Hj Masnah Busro SE saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha maksimal untuk memadamkan api dengan berbagai cara dan seoptimal mungkin.

“Dengan kondisi seperti ini maka posko kesehatan harus bergerak cepat membantu masyarakat, Puskesmas Puding juga saya instruksikan selalu siaga mengobati masyarakat,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menghimbau agar masyarakat mengurangi semaksimal mungkin kegiatan di luar rumah agar semakin kecil kemungkinan terserang dampak negatif kabut asap. “Jangan banyak aktivitas di luar rumah, jaga kondisi tubuh dengan baik, asupan vitamin juga harus dicukupkan,” imbau Bupati.

Untuk semakin memaksimalkan upaya pemadaman, lanjut Bupati, maka akan ditambah personil tenaga Satgas Karhutla walaupun juga banyak keterbatasan di beberapa sarana. “Alat berat akan terus diturunkan agar dapat mencari sumber air untuk memadamkan api, kami juga mohon doa dari seluruh masyarakat agar bencana ini segera dapat diatasi,” harap Bupati Masnah.(das)

Laporan JPG, Muarojambi

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penanganan Karhutla Diperkuat, Satu Helikopter Water Bombing Tiba di Pekanbaru

BNPB menambah satu helikopter water bombing di Riau. Kini tersedia enam armada udara untuk memperkuat…

1 hari ago

IKTS dan P3KPI Gandeng DJP Riau, Siap Sosialisasikan PP 20 Tahun 2026 untuk UMKM

IKTS dan P3KPI Pekanbaru berkolaborasi dengan DJP Riau untuk mengedukasi pelaku UMKM terkait penerapan PP…

1 hari ago

Dua Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Diamankan di Meranti

Polisi mengamankan dua terduga pelaku dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja 14 tahun di…

1 hari ago

Besok Pecahkan Rekor MURI Kue Talam Durian 1 Kilometer, CFD Pekanbaru Diperpanjang

Dishub Pekanbaru menerapkan rekayasa lalu lintas dan memperpanjang CFD untuk mendukung pemecahan rekor MURI Kue…

2 hari ago

Pendaftaran SPMB Riau Resmi Berakhir, Verifikasi Berkas Peserta Masih Berlangsung

Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri Riau resmi ditutup. Sekolah kini memverifikasi berkas peserta sebelum…

2 hari ago

Polemik Dana MBG Mengemuka, DJP Soroti Status Hibah dan Kepatuhan Pajak

DJP menyoroti status dana hibah MBG yang berpotensi menimbulkan risiko pajak. Di saat yang sama,…

2 hari ago