BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Suasana kegiatan memasak masakan tradisional Kampar Mangacau Kalamai di RW 18 Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota mendadak ramai, Jumat (21/8) siang.
Sekilas kegiatan itu hanya kegiatan biasa, memasak kalamai, sebuah tradisi yang biasa dibuat di kampung-kampung di Kabupaten Kampar. Namun warga setempat kali ini mengundang secara khusus Wakil Ketua DPRD Kampar.
Tiba-tiba, Repol yang dijadwalkan hanya ikut menyemangati warga Mangacau Kalamai, mendapat tantangan untuk memarut kelapa. Dengan menggunakan baju lengan panjang dan telan rapi lainnya, secara tidak terduga, Repol menjawab tantangan itu. Repol langsung mengambil posisi dan duduk di parutan manual dan mulai memarut kelapa dari tempurungnya satu-satu.
Ibu-ibu yang hadir pada acara di RW tersebut mulai bersorak. Pasalnya Repol tidak kalah tangkas dengan ibu-ibu yang lainnya yang pada kesempatan itu juga ikut memarut kelapa bersama Repol. Kemampuan Repol memarut kelapa dengan alat kukur tradisional yang sederhana membuat masyarakat heboh.
‘’(Saya, red) jadi ingat masa kecil di kampung, Desa Lipatkain. (Ketika, red) orang tua tinggal di ladang dan kami adik-beradik, abang saya yang paling tua laki-laki sampai saya anak ke-5, semuanya laki-laki. Maka kami wajib bisa memasak tak terkecuali buat gulai,’’ ujar Repol mengomentari keahliannya dalam memarut kelapa siang itu.
Hal itu mementahkan selentingan bahwa Repol hanya ‘’action’’, melainkan dirinya mencoba bernostalgia dengan masa kecilnya dulu.
Video Repol memarut kelapa dengan alat kukur sederhana ini sendiri mendapat banyak komentar di sosial media. Banyak komentar yang memuji keahlian Repol dan sifat kebersahajaannya yang terlihat cair berbaur dengan masyarakat setempat.
‘‘Tidak seperti Bapak satu itu, hanya mengaku hanya (mengukur) APBD aja pandainya,’’ komentar warganet bernama Firdaus.
Repol menyebutkan, hari itu niat dirinya datang ke acara lomba mangacau kalamai dan memarut kepala itu adalah dalam rangka silaturhami. Kebetulan dirinya mendapatkan undangan dari warga setempat untuk menghadiri acara.
‘‘Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) dapat bersilaturrahmi dengan warga RW 18 Tanah Merah, Kelurahan Langgini. Terima kasih Pak Ketua RW, Pak Dahlan dan seluruh warga RW 18, semoga semakin kompak dan semakin maju sera aspirasinya dapat diperjuangkan,’’ ungkap Repol.(end)
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…