Categories: Nasional

Beri Obat Kedaluwarsa, Puskesmas Kamal Muara Akui Ada Kelalaian

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Polres Metro Jakarta Utara masih mendalami kasus dugaan pemberian obat kedaluwarsa yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan. Dari pengakuan pihak puskesmas kepada penyidik, mereka mengakui ada kalalaian dalam pemberian obat kepada pasien.

“(Pihak puskesmas) sementara mereka mengakui lalai dalam memberikan obat,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, Kamis (22/8).

Meski begitu, polisi tak semata-mata langsung mengambil langkah penetapan tersangka. “Kami masih dalami kasusnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budhi menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa keterangan saksi yang berhasil dikumpulkan dalam kasus tersebut. Di antaranya suami korban, Bayu Randi Dwitara, 19, hingga pihak puskesmas.

“Untuk korban sendiri sampai saat ini belum bersedia diambil keterangannya,” kata Budhi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Agus Ariyanto Haryoso tak memungkiri petugasnya telah melakukan kelalaian. Oleh karena itu, dia mengutarakan permintaan maaf kepada masyarakat, terutama korban.

“Harusnya sudah diberi label bahwa (obat) tersebut sebentar lagi kedaluwarsa atau masih lama kedaluwarsanya. Terus dia (petugas) kemudian mengecek lagi tanggalnya terus disampaikan kepada pasien,” ucap Agus.

Menurut dia, petugas farmasi saat itu memberikan tiga lembar vitamin B6 kedaluwarsa kepada Novi Sri Wahyuni, 21, yang tengah hamil. Padahal, pada lembaran vitamin tersebut sudah terdapat coretan spidol biru yang menandakan obat tersebut sudah kedaluwarsa.

“Tandanya sudah ada, namun sepertinya petugasnya sedang tidak konsentrasi pada hari itu,” tukas Agus.

Sebelumnya, Novi, seorang ibu hamil melaporkan pihak Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara ke Polsek Metro Penjaringan. Pelaporan itu dilakukan lantaran dugaan obat kedaluwarsa yang diberikan pihak puskesmas.

Kejadian itu dialami korban saat sedang mengontrol kandungan pada Selasa (13/8) lalu. Korban diberikan empat jenis obat saat itu. Salah satu jenis obat itu ternyata sudah kedaluwarsa. Akibatnya korban pun mengalami sakit perut dan sakit kepala.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Polres Inhu Gerebek Empat Pengedar Narkoba, Satu Tersangka Ternyata ASN

Polres Inhu menangkap empat tersangka pengedar narkoba, termasuk oknum ASN. Polisi menyita sabu 12,94 gram,…

3 menit ago

Kasus Malaria di Rohil Meningkat, DPRD Segera Panggil Dinas Kesehatan

Kasus malaria meningkat di sejumlah wilayah Rohil. Komisi D DPRD Rohil akan memanggil Diskes untuk…

10 menit ago

Geram Proyek Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru 60 persen dan mangkrak berbulan-bulan. Wali Kota Agung Nugroho mengancam…

23 menit ago

Teror Monyet Liar Makin Meresahkan, Warga Tembilahan Diminta Tak Menangkap Sendiri

Teror monyet liar di Tembilahan, Inhil, belum berakhir. Delapan warga menjadi korban gigitan dan Damkar…

27 menit ago

Tukin TNI dan Kemenhan Naik Jadi 90 Persen di Tengah Efisiensi Anggaran

Presiden Prabowo menaikkan tukin Kemenhan dan TNI dari 70 menjadi 90 persen. KSAD, KSAL, dan…

35 menit ago

Tiga Kios di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru Ludes Terbakar, Seorang Pedagang Alami Luka

Tiga kios semipermanen di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru terbakar. Seorang pedagang terluka, sementara api berhasil…

1 hari ago