sakit-perut
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nida sejak pagi tidak keluar dari kamarnya. Ia mengeluhkan sakit perut luar biasa.
Ayah yang tidak tegaan menanyakan kepada Nida untuk diantarkan ke klinik terdekat
agar diperiksa. Namun, Nida hanya menjawab itu hanya sakit yang dihadapi setiap datang bulan, dan akan segera pulih dengan sendirinya.
Kendati demikian, ayah tetap bernisiatif agar dapat membantu meredakan sakit perut yang dialami oleh anak perempuan satu-satunya itu. Ia kemudian pergi ke kedai tak jauh dari rumahnya untuk membeli obat agar anaknya tidak sakit lagi.
Alih-alih senang dibelikan obat, Nida justru memukul jidatnya sendiri. Bagaimana tidak, obat yang dibelikan ayahnya adalah obat untuk sakit diare, bukan obat pereda nyeri atau sejenisnya.
"Alamak, Nida kan nggak lagi mencret Yah," ujar Nida. Rupanya ayah hanya menanyakan ke penjaga kedai obat sakit perut, dan saat penjaga menanyakan merek, ayah nya hanya mengiyakannya saja. (anf)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.