Kasi Intel Zia Ul Fattah Idris dan Kasi Pidsus Kejari Meranti Robby prastya saat penggeledahan kantor Dishub Meranti.
MERANTI (RIAUPOS.CO) — Kepal Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. H. Aready mengaku tetap memberikan dukungan kepada dua orang jajarannya yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana korupsi penggelapan retribusi.
Selain itu ia juga membenarkan adanya kegiatan penyegelan dan penggeledahan yang dilakukan Kejari Meranti di kantornya Jumat (19/7/19)kemarin.
Saat kejadian, ia mengaku sedang menjalani tugas luar pulau. Selain itu ia tidak menyangkal jika sebelumnya pihak Kejari telah melayangkan surat permintaan penyerahan arsip realisasi retribusi sejak 2012 hingga 2015 lalu, namun belum ia tanggapi.
"Kita tidak bisa langsung menanggapi, masalahnya ini arsip atau dokumen negara. Makanya kita harus koordinasi dengan atasan," ungkapnya.
"Selain itu sebenarnya saya tidak ada masalah, karena ini masuk pada tahun jabatan 2012 hingga 2015. Ketika itu saya belum menjabat sebagai Kadis, apalagi ketika itu saya tidak di Dishub. Namun untuk menanggapi permohonan itu-kan butuh proses," ungkpanya.
Terhadap penetapan tersangka dua orang jajarannya, Aready sangat menyayangkan. Menurutnya kedua orang jajarannya tersebut semula tidak pernah bermasalah dan membuat kesalahan di internal mereka.
"Mereka bagus orangnya. Sejak saya di sini tidak pernah ada masalah. Tapi hukumkan bicara lain," ujarnya.
Ditanya langkah Dishub dalam menyikapi bencana tersebut, Areadi tidak menampik jika dalam waktu dekat ini akan melakukan koordinasi ke Hukum Setdakab Meranti.
"Sebagai atasan mereka, kita koordinasi dulu ke hukum. Jika memang bagian hukum mau kita menyiapkan pendampingan hukum khusus ke mereka berdua, kenapa tidak. Namun sebagai sahabat saya tetap memberi dukungan moral. Minimal dengan itu dapat memperkuat semangat mereka," ujarnya.(Wir)
Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…
Kecelakaan di Tol Permai libatkan minibus dan truk mogok, satu tewas dan tiga luka berat.…
Puluhan guru bantu di Kampar belum menerima honor selama 4 bulan. DPRD dorong solusi cepat…
Pemko Pekanbaru beri penghargaan kepada warga Binawidya yang melaporkan lokasi sampah ilegal, dorong partisipasi publik…
RS Pratama Penyagun di Meranti belum beroperasi meski sudah dibangun Rp42 miliar. Kendala izin dan…
Hujan deras picu banjir di Pekanbaru, enam warga dievakuasi di Rumbai Timur, sementara genangan di…