bau-kaki
Sugeng mendapatkan undangan mengikuti seminar beberapa waktu lalu. Seminar diadakan di dalam ruangan ber-AC.
Saat tiba di lokasi, ternyata panitia seminar meminta peserta seminar diminta melepaskan sepatu.
Mendengar hal tersebut, Sugeng pun terkejut. Bukan tanpa alasan. Ia memiliki penyakit bau kaki.
"Alamaaak…!! Saya punya penyakit bau kaki,” ujarnya dalam hati.
Tapi, mau tak mau Sugeng tetap harus melepaskan sepatunya. Benar saja, usai membuka sepatu dan kaos kakinya, tiba-tiba orang yang berada di sekelilingnya langsung menutup hidung.
"Ya ampun.. bau apa ini? Bau banget,” celetuk seorang peserta yang hadir.
Sugeng pun salah tingkah. Apalaginya bau kakinya menyeruak di dalam ruangan yang ber-AC sehingga membuat suasana seminar menjadi tak nyaman.
Menyadari kalau bau busuk tersebut berasal dari kakinya, Sugeng pun keluar ruangan dan segera pergi ke toilet untuk mencuci kakinya.(dof)
Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…