Categories: Nasional

Jokowi Perintahkan Syarat Pencairan JHT Dipermudah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – KABAR baik datang dari lingkungan istana. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta peraturan terbaru soal pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan direvisi. Supaya tenaga kerja yang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa menariknya.

Keterangan sikap Presiden Jokowi itu disampaikan Mensesneg Pratikno yang disampaikan secara virtual, malam tadi (21/2).

Mantan Rektor UGM Jogjakarta itu mengatakan Presiden terus mengikuti aspirasi para pekerja.  "Beliau (Presiden Jokowi, red) memahami keberatan para pekerja terhadap Peraturan Menaker tentang tata cara dan persyaratan pembayatan manfaat JHT," kata Pratikno.

Dia mengatakan, Senin (21/2) pagi Presiden Jokowi memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Dalam pertemuan itu, Jokowi memerintahkan agar tata cara dan persyaratan pembayaran JHT disederhanakan dan dipermudah.  "Agar dana JHT itu bisa diambil individu pekerja yang sedang menghadapi masa sulit sekarang ini. Terutama yang menghadapi PHK," jelas Pratikno.

Dia mengatakan bagaimana pengaturan teknisnya, bakal diatur lebih lanjut. Bisa melalui revisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau regulasi lainnya. Pratikno juga menyampaikan Jokowi mengajak para pekerja untuk mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif. Sehingga bisa menarik investor serta membuka lapangan pekerjaan yang berkualitas dengan lebih luas lagi.

Sebelumnya keluarnya Permenaker 2/2022 memicu polemik di masyarakat. Sebab di dalam aturan baru itu, uang JHT baru bisa diambil saat pekerja berusia 56 tahun. Berbeda dengan aturan sebelumnya, dana JHT bisa diambil ketika pekerja berhenti bekerja karena resign atau PHK. Aturan ini dinilai tidak berpihak ke pekerja yang banyak terkena PHK di masa pandemi ini. Pemerintah sempat berkilah, pekerja yang terkena PHK bakal mendapatkan uang dari program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Dalam kesempatan lain, Jokowi direncanakan meluncurkan program JKP hari ini (22/2). Keterangan ini disampaikan Masduki Baidlowi selaku Juru Bicara Wakil Presiden. Dia mengatakan pada dasarnya program JKP adalah penguatan perlindungan sosial bagi pekerja yang mengalami PHK.

"Iuran JKP disubsidi pemerintah. Sehingga pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek tidak dibebani iuran baru. Peserta BPJamsostek otomatis menjadi peserta program JKP," ujarnya.

Masduki mengatakan JKP itu menjadi solusi bagi pekerja yang terkena PHK dan belum bisa mencairkan JHT.(wan/ted)

Laporan: JPG (Jakarta)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

5 jam ago

Teras Lantai Enam Gedung Kejati Riau Terbakar, DPKP Pekanbaru Bawa Enam Mobil Pemadam

Kebakaran melanda teras lantai enam Gedung Kejati Riau akibat dugaan korsleting listrik, petugas DPKP Pekanbaru…

5 jam ago

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

19 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

19 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

19 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

19 jam ago