unik-sarung-viscose-jadi-busana-stylish
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ada yang mencuri perhatian di gelaran Muslim Fashion Festival 2020. Yakni saat fashion show yang hasil kolaborasi Asia Pasific Rayon (APR) bersama 8 desainer dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) ditampilkan. Gelaran yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (21/2) ini menampilkan busana-busana berbahan viscose rayon sustainable dari Asia Pacific Rayon.
Seluruh busana yang diciptakan memiliki ciri dan keunikan masing-masing. Satu diantaranya adalah hasil karya Eugeneffectes. Selain berkolaborasi dengan APR, Eugeneffectes juga menggandeng brand sarung Gajah Duduk dalam karyanya. Sarung yang juga berbahan viscose rayon tersebut disulap menjadi busana stylish dengan warna-warna yang lebih cerah.
Corak-corak pada sarung tetap dipertahankan. Namun, dalam pagelaran ini, sarung bukan lagi dijadikan kain bawahan saja. Namun dijahit sedemikian rupa menjadi celana, baju, outer hingga hijab dan penutup kepala. Selain menjadi lebih flowy dan adem, sarung berbahan viscose ini juga selaras dengan tema Muffest 2020 yang peduli terhadap lingkungan.
Head of marketing communication APR, Sheila Rachmat mengatakan, pihaknya kini tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan tentang sustainable fashion. "Tahun ini, APR ingin menyampaikan kampanye Everything Indonesia. From plantaion to fashion. APR mengajak pelaku fashion industri untuk memakain bahan baku asli Indonesia untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia sendiri. Di samping itu, kamu selalu berupaya agar pelaku fashion industri bisa memakai bahan viscose rayon dari APR yang lebih mudah terurai dan dikelola secara bertanggung jawab," ujarnya sesaat sebelum fashion show dimulai.
Selain busana dari sarung viscose rayon, malam itu juga ditampilkan berbagai jenis busana lain yang seluruhnya menggunakan bahan viscose. Model dan desainnya juga beragam. Namun, rata-rata para desainer memilih cuttingan gombrong atau oversize. Dengan warna-warna earthtone natural yang calm dan elegan.
Total ada 10 desainer yang digandeng oleh APR dalam kolaborasinya di gelaran Muffest 2020 ini. Dua desainer Riau dan delapan desainer dari IFC. Adapun total busana yang ditampilkan secara keseluruhan berjumlah 88 busana.
Diharapkan kolaborasi APR bersama perancang busana tersebut bisa membuka mata dunia bahwa penggunaan bahan viscose rayon mampu mengurangi limbah fashion. Di samping itu, diharapkan pelaku fashion industri dan masyarakat menjadi tahu bahwa Indonesia memiliki perusahaan produsen viscose rayon pertama yang terintegrasi secara penuh di Asia, yang bermukim di Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Para desainer sudah melakukan yang terbaik. Bahan viscose rayon juga diakui mudah untuk diolah menjadi busana. Semoga kampanye kita tentang Everything Indonesia, from Plantation to Fashion ini bisa tersebar secara menyeluruh. Sehingga pengembangan sustainable fashion, utamanya dalam pasar modest fashion (busana muslim) di Indonesia bisa lebih maju,'' tutupnya. (azr)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.