Categories: Nasional

Dua Beruang Muncul di Pemukiman Warga

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Dua ekor beruang madu tiba-tiba muncul di pemukiman warga. Tak ayal, kemunculan hewan dilindungi itu membuat  warga Jalan Abdul Rabkhan, RT 15, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan heboh. Dua ekor hewan muncul pada Senin (20/1) sekitar pukul 18.00 WIB. 

Bahkan seorang warga sempat merekam video saat kemunculan beruang madu tersebut, video itu kini viral di beberapa platform media sosial di Kota Dumai

Dua ekor beruang tersebut berasal  dari Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai yang memang tidak jauh dari pemukiman warga. Kemunculan beruang madu di pemukiman warga sangat jarang terjadi. Pasalnya beruang madu tersebut selalu berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam.

Diduga kuat beruang madu itu kelaparan akhirnya  mencari makan hingga ke wilayah pemukiman masyarakat.  Pasalnya saat  muncul di pemukiman warga. Seekor beruang madu sedang memanjat pohon kelapa milik warga.  Sedangkan seekor lainnya sedang menunggu di bawah pohon kelapa. Namun, tidak karena warga semakin ramai datang, beruang madu tersebut pergi kembali ke dalam hutan.  

Hafis, warga RT 15, Kelurahan Bukit Timah yang melihat secara langsung dua ekor beruang madu itu sempat mengambil handphone untuk memvideokan kemunculan hewan tersebut. "Ini bukan kali, pertama, sering muncul beberapa waktu kebelakangan ini, padahal dulu jarang muncul, paling mereka dalam hutan," tuturnya, Selasa (21/1) kemarin

Ia menambahkan, penampakan dua ekor beruang jenis madu tersebut,  terjadi pada Senin (20/1) sore, mungkin lantaran lapar dua ekor binatang itu muncul di pemukiman  masyarakat.

"Usai mengambil kelapa, beruang itu lalu pergi dan tidak diketahui keberadaan. Kondisi ini mengakibatkan warga harus lebih waspada, sebab hewan itu masih berkeliaran yang berkemungkinan dapat menyerang warga," terangnya.

Ia mengatakan akan melaporkan kejadian kepada pihak terkait guna menindaklanjuti  dua ekor beruang madu yang sedang berkeliaran tersebut . "Memang hal ini belum kami laporkan ke Ketua RT, karena masih berjaga-jaga jika hewan itu kembali muncu, namun hal ini akan tetap kita laporkan guna ditindaklanjuti, memang masyarakat jadi resah, takut beruang madu itu menyerang warga," tuturnya.

Sementara, Kepala Bidang Teknis Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Riau, Mahfud mengaku belum menerima lnformasi terkait adanya beruang yang sudah masuk ke pemukiman warga di Kota Dumai. 

"Kami akan menindaklanjuti informasi tersebut, namun saya berharap masyarakat tidak melakukan perbuatan yang bisa menyakiti hewan dilindungi tersebut (beruang madu)," jelasnya

Ia mengatakan sudah menjadi sifat alami hewan liar itu, jika tidak diganggu maka mereka tidak akan menyerang, cukup diusir dengan teriakan-teriakan saja, jangan sampai menyakiti mereka. "Tetap waspada dan sekali lagi jangan menyakiti hewan tersebut, karena jika disakiti mereka akan menyerang, kalau selagi tidak mengganggu, mereka tidak akan menyerang," tutupnya.(hsb)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

58 PPPK Kominfo Kuansing Resmi Bertugas, SPMT Diserahkan

Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…

11 jam ago

LCC Duri Pastikan Ikut Riau Pos Fun Bike 2026, Turunkan 25 Peserta ke Pekanbaru

Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…

11 jam ago

PKL Kembali Marak, Satpol PP Pekanbaru Akan Perketat Pengawasan

PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…

11 jam ago

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, Wawako Targetkan 104 Dapur Aktif

Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…

12 jam ago

Pemkab Rohil Siapkan Lahan, Program Sekolah Garuda Kian Matang

Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…

13 jam ago

Honorer Dilarang Direkrut, Bupati Siak Fokus Tuntaskan Status Lama

Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…

13 jam ago