Categories: Nasional

Pekan Terakhir Tak Bisa Serentak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Persebaya Surabaya akhirnya mengirimkan surat kepada PT LIB terkait jadwal pekan terakhir Liga 1. Dalam surat yang dikirimkan tersebut, Green Force-julukan Persebaya-berharap seluruh laga  pekan ke-34 digelar serentak. Khususnya tim-tim yang punya potensi untuk menjadi runner-up dan peringkat ketiga klasemen akhir.

Direktur Kompetisi LIB Asep Saputra membenarkan surat permintaan jadwal pekan terakhir itu dari Persebaya. Pihaknya sudah menerima dan mempelajari. Sayangnya, lanjut Asep, LIB tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Ada beberapa faktor yang jadi penyebab. Faktor pertama dan paling utama adalah mengenai hak siar. Jadwal yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari broadcast. Artinya, televisi yang jadi pemegang hak siar sudah menjadwalkan pertandingan tersebut. "Tim produksi di lapangan juga terbatas kalau digelar serentak," kata Asep

Yang kedua LIB sebenarnya tidak mengubah jadwal sama sekali. Artinya, jadwal yang saat ini dipegang oleh klub merupakan jadwal semula sebelum diketahui siapa tim yang terdegradasi ataupun juara. "Kami saat itu fokus kalau tim-tim yang ada kemungkinan degradasi dilaksanakan serentak. Ternyata sejak pekan ke-32 sudah diketahui," tuturnya.

Saat itu, ada beberapa tim yang berpotensi degradasi yang rencananya dipertandingkan serentak. Yakni Semen Padang, Perseru Badak Lampung FC, Kalteng Putra, dan Persela Lamongan.  Karena hasil pertandingan-pertandingan tim tersebut diprediksi saling berpengaruh, LIB menjadwalkan pertandingan dilaksanakan bersama pada 21 Desember. "Begitu juga papan atas, papan atas bermain serentak pada Ahad (22/12)," katanya.

Sebaliknya, persaingan peringkat kedua dan ketiga, baru diketahui pada pekan ke-33.  Sementara itu, LIB sudah punya jadwal hingga pekan ke-34. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemegang hak siar, jadi diputuskan jadwal ke-34 yang ada saat ini. Tidak bisa berubah," tegasnya.(rid/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

17 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

17 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

20 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

20 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

20 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

21 jam ago