Categories: Nasional

Digugat Yusril soal Benih Lobster, Begini Respon KKP

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merespons judicial review atau uji materi yang dilayangkan oleh Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Agung tentang larangan ekspor benih lobster.

Juru Bicara KKP Wahyu Muryadi mengatakan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 17 tahun 2021 sudah dikaji secara mendalam termasuk sisi ilmiahnya. Selain itu, kebijakan ini telah dibahas antar kementerian sebagai bentuk harmonisasi peraturan.

Namun, Wahyu justru mengungkapkan pelapor kasus ini bukan merupakan nelayan melainkan sebuah korporasi.

"Silakan ditanyakan apakah benar gugatan tersebut mewakili nelayan? Setau saya kliennya PT Kreasi Bahari Mandiri (KBM)," ujarnya.

Ia pun menegaskan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengambil kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan segala aspek, terutama demi kepentingan nasional dan kesejahteraan para nelayan.

Menanggapi pernyataan Jubir KKP tersebut, Yusril meluruskan bahwa dalam uji materi yang ia layangkan itu terdapat dua kelompok yang memberi kuasa kepadanya.

"Pertama, PT KBM sebagai badan hukum, dan kedua adalah 5 orang perorangan WNI. Kedua kelompok sama-sama merasa dirugikan dengan berlakunya Permen KP yang dimohon untuk diuji," ujarnya.

Ia pun menambahkan keduanya memiliki kepentingan hukum yang sama dan kedudukan kedua kelompok pemohon setara di mata hukum.

Di lain sisi, KKP dinilai berkewajiban menjaga benih lobster sebagai plasma nutfah agar tidak dieksploitasi dengan cara di ekspor ke luar negeri. Pasalnya, ekspor tersebut akan menguntungkan sejumlah negara salah satunya adalah Vietnam.

Menurutnya penangkapan lobster di dalam negeri saja dibatasi dengan ukuran 5 gram hingga lobster konsumsi minimal 150 gram. Ia menilai jika nelayan dapat bersabar untuk membesarkan benih tersebut keuntungannya akan dinikmati oleh para pelaku usaha.

"Vietnam hanya membesarkan bibit benih lobster kita lalu menjualnya ke Cina. Mengapa bukan kita sendiri yang membudidayakan lalu menjual langsung ke Cina?" tandasnya.

Ia mendorong upaya budidaya lobster dilakukan di dalam negeri dan mencegah kemungkinan segala upaya menyelundupkan benih lobster ke luar negeri.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

3 menit ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

4 jam ago

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

22 jam ago

Ribuan Pecinta Vespa Meriahkan Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis

Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…

24 jam ago

SSB PTPN IV Regional III Juara Liga TOPSkor Riau, Siap Harumkan Nama Riau di Nasional

SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…

1 hari ago

Galeri24 Pegadaian Tebar Promo Kicau, Diskon Emas Batangan hingga 19 Juli

Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…

1 hari ago