Mira adalah penggemar musik-musik pop asal Korea Selatan atau disebut dengan K-Popers. Setiap hari ia menghidupkan musik K-Pop dengan suara kencang dari gawai yang disambung dengan speaker berukuran sekepalan tangan yang dalat terdengar begitu keras bahkan sampai ke luar kamar Mira.
Beberapa kali, ibunya menasehati Mira agar tidak memutar musik terlalu kencang karena menurut ibunya tidak semua orang memiliki selera musik yang sama. Ibu menyarankan kepada Mira jika ingin memutar musik dengan volume tinggi lebih baik memutar salawat atau kasidah.
Mendengar omelan ibunya, Mira menuruti. Selang beberapa jam kemudian suara keras musik K-Pop kembali bergema dan membuat pusing ibu. Karena kesal, ibu hanya membiarkan Mira dan berencana menasehatinya lagi nanti.
Beberapa waktu kemudian, ibu kembali dikejutkan dengan suara musik yang diputar Mira. Bukan musik berirama kencang melainkan suara perempuan yang menyanyikan lagu dalam bahasa arab.
"Nah gitu dong, sesekali putar lagu kasidah yang enak didengar kayak gini," ucap ibu, kemudian ibu melengos pergi tanpa memedulikan tatapan aneh Mira.
"Alamak, ini kan lagunya Red Velvet yang di-cover sama orangĀ Arab pakai bahasa Arab. Kok bisa kasidah pula dibilang ibu," ujar Mira dalam hati.
Red Velvet adalah salah satu girl group asal Korea Selatan yang membawakan lagu berjudul Physcho yang banyak di-cover dengan berbagai bahasa oleh fansnya dari berbagai negara.(anf)
Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…
Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…
PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…
Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…
Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…
Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…