Categories: Nasional

Pertanyakan Zonasi, Emak-emak Ini Berusaha Bertemu Jokowi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Harus bisa bertemu presiden. Itulah yang ada di benak Eliza Ernawati. Dia ingin menyampaikan keluh kesahnya tentang sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi.

Persoalan zonasi memang membuat Liza, sapaan akrab Eliza, frustrasi. Betapa tidak, jarak rumahnya dengan sekolah menengah pertama (SMP) terdekat adalah 1,8 kilometer. Saat mendaftar, putranya tergeser. Sebab, jarak terdekat yang bisa diterima di sana adalah 600 meter.

Karena itu, saat Presiden Joko Widodo menghadiri pernikahan putri Rais Am NU KH Miftachul Akhyar di Jalan Kedung Tarukan, Surabaya, Kamis (20/6/2019), Liza bertekad menemuinya. Menurut dia, usaha menemui presiden itu merupakan cara terakhir. Sebab, solusi yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini belum memberikan titik terang.

Meski pengamanan VVIP untuk presiden sangat ketat, perempuan 39 tahun itu nekat. Dia menerobos kerumunan untuk bisa bertemu Jokowi. Imbauan petugas yang berusaha menariknya tak digubris. Meski berjubel, Liza tidak juga pindah posisi.

Tidak sia-sia. Liza akhirnya berkesempatan menyampaikan keluh kesahnya. Sambil menggenggam tangan Jokowi, dia menceritakan masalah zonasi yang membuat banyak orang tua gelisah. Bahkan hingga mengabaikan rutinitas lain hanya untuk mencari sekolah.

’’Saya sampaikan soal kesulitan kami, para orang tua, untuk mencari sekolah. Alhamdulillah, Pak Jokowi mau menerima keluh kesah saya. Ini diarahkan ke ajudan untuk menceritakan masalah saya dan segera ditanggapi,’’ ungkap ibu tiga anak itu sambil mengusap air matanya.

Di depan ajudan Jokowi, Liza menceritakan keluhannya. Namun, saat itu tidak banyak waktu. Akhirnya, dia diminta merumuskan poin apa saja yang menjadi keluhan para wali murid tersebut.

Setelah berunding dengan wali murid yang lain, ada sepuluh poin yang disampaikan. Di antaranya, sistem zonasi yang dirasa tidak tepat sasaran. Menurut para wali murid, nilai ujian nasional (UN) harus tetap dijadikan pertimbangan untuk mengikuti PPDB. ’’Kami juga berharap mitra warga yang tidak tepat sasaran dihapus,’’ ujar Holifa, wali murid yang lain.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

21 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

21 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

22 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago