Categories: Nasional

Australia Tolak Perubahan Besar

SYDNEY (RIAUPOS.CO) — Hasil pemilu Australia memang belum final. Namun, Partai Buruh sudah mengakui kekalahannya. Sekarang koalisi Liberal-Nasional tinggal menunggu apakah mereka menguasai mayoritas kursi di parlemen atau tidak.

Kemarin (19/5) Komisi Pemilihan Umum Australia menyatakan, koalisi yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Scott Morrison itu sudah mengamankan 75 kursi. Tinggal satu kursi lagi untuk membentuk pemerintahan. Jika kurang, mereka harus menggandeng satu anggota parlemen independen.

”Saya selalu percaya dengan keajaiban,” ujar Morrison dalam pidato kemenangannya Sabtu malam (18/5). Senin (19/5) dia ikut misa di Gereja Pentecostal Horizon dan berterima kasih kepada jemaat yang hadir atas dukungan mereka. Morrison menyatakan, dirinya sudah tidak sabar untuk kembali bekerja hari ini dan membentuk pemerintahan yang baru.

Kemenangan koalisi Liberal-Nasional memang ibarat suatu keajaiban. Sebab, selama ini hampir seluruh jajak pendapat memenangkan Partai Buruh. Morrison dianggap sosok yang paling penting dalam kemenangan tersebut. Dia bisa membalik suara di detik-detik terakhir. Partai Buruh sekali lagi harus legawa menjadi oposisi. Pemimpin Partai Buruh Bill Shorten mengambil tanggung jawab dengan berjanji tak ikut pemilihan ketua Partai Buruh berikutnya.

”Ini tidak bisa dipercaya. Semua orang berharap kami kalah,” ujar Antony Ching, salah seorang pendukung Partai Liberal, seperti dikutip AFP.

Para pengamat menilai bahwa salah satu penyebab kekalahan Partai Buruh ialah penduduk masih takut akan perubahan besar. Agenda reformasi kebijakan yang diusung partai buruh adalah hal baru yang membuat publik waswas. Termasuk pemotongan pajak untuk kalangan menengah ke bawah, tapi menaikkannya untuk golongan kaya. Buruh juga berencana mengubah bentuk pemerintahan Australia menjadi republik.

Pengamat senior di  Australian National University Mark Kenny mengungkapkan bahwa saat ini sangat sulit melakukan ataupun merencanakan perubahan yang bisa mengilhami para pemilih. Pada saat bersamaan, juga harus mampu mempertahankannya di tengah-tengah kampanye negatif lawan yang menakut-nakuti pemilih. Partai Buruh terbukti tak mampu melakukannya. Morrison dengan mudah bisa membalik keadaan.

”Dia (Morrison) berjuang dalam kampanye negatif yang benar-benar hebat untuk melawan Shorten dan Partai Buruh,” ujar pengamat di La Trobe University Tony Walker.

Beda dengan Partai Buruh, dalam setiap kampanyenya, Morrison justru tidak menawarkan hal baru sama sekali. Dia hanya menjanjikan satu hal. Yaitu, kestabilan politik di negaranya. Morrison menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil Partai Buruh bakal membuat situasi tak menentu. Ketakutan akan ketidakpastian itulah yang membuat suara partainya terdongkrak.

Sementara itu, Cina merasa resah dengan kemenangan koalisi Liberal-Nasional. Dalam kolom editorial media milik pemerintah Global Times disebutkan bahwa hubungan kedua negara kini jauh dari kata optimistis.

”Hasil pemilu ini juga berarti hubungan Cina-Australia yang telah memburuk selama masa kepemimpinan koalisi Partai Liberal dan Partai Nasional beberapa tahun ini bakal terus menghadapi prospek yang tidak pasti.” Demikian bunyi tulisan di kolom editorial Global Times.(sha/c6/sof)
Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago