Categories: Nasional

Puasa dan Ketaatan Hukum

SELAMA bulan Ramadan, umat Islam seolah memiliki energi berlipat-lipat untuk melakukan berbagai aktivitas ibadah yang pada bulan biasa dianggap berat. Membaca Alquran yang dalam hari-hari biasa dilakukan hanya oleh orang-orang tertentu dan hanya beberapa halaman saja oleh orang yang tergolong awam, selama Ramadan hampir semua orang membaca Alquran berjuz-juz di masjid atau di rumah-rumah.

Bersedekah dilakukan dengan riang gembira tanpa ketakutan akan kekurangan. Makanan menu untuk berbuka petugas masjid berlimpah-limpah, bahkan ibadah puasa itu sendiri yang hanya segelintir orang yang pada hari biasa mengerjakan puasa sunnah, di bulan Ramadan anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang-orang yang sudah sepuh pun dengan riang gembira melaksanakannya.

Hal serupa terjadi di tanah suci yaitu di Makkah dan Madinah, saat haji atau umrah. Orang yang datang ke dua kota suci itu dengan senang hati berbagi, dan berlomba-lomba melakukan berbagai aktivitas yang diyakini sebagai ibadah. Dari kedua fenomena di atas, dapat dipetik suatu pelajaran bahwa orang sanggup melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan dalam keadaan normal. Hal itu dipengaruhi oleh waktu dan tempat. Di tempat yang dianggap suci dan di waktu yang dianggap waktu yang mulia, orang dengan gembira melakukan berbagai aktivitas yang sesunguhnya berat.

Berjalan kaki seorang diri dengan berjalan bersama teman untuk jarak yang sama, juga akan berbeda hasilnya. Berjalan sendiriĀ  terasa jauh lebih meletihkan. Demikian pula orang yang saling mencintai. Cinta dapat membangkitkan energi yang tidak biasa, dapat mengantarkan orang menyeberangi sungai, mendaki puncak yang tinggi. Jika dikaitkan dengan hukum, demikianlah pula adanya. Orang akan mudah patuh pada hukum yang ia yakini kebenarannya, yang ia yakini sebagai kebaikan untuk dirinya, orang di sekitarnya dan orang banyak. Kuncinya adalah keyakinan. Mentaati hukum yang diyakini sebagai kebenaran membuat orang menjadi mudah melaksanakan sesuatu yang pada prinsipnya membatasi.

Puasa seharusnya mengajarkan masyarakat untuk menahan diri bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menahan diri untuk bersabar terhadap hak orang lain. Nah, tata cara kia untuk bersabar terhadap orang lain adalah berkaitan dengan hukum-hukum habluminannas. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, kita diikat oleh berbagai aturan yang bukan saja berasal dari agama tetapi juga aturan yang dibuat oleh penguasa.

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa kita hanya terikat pada aturan yang dibuat Allah, tetapi tidak terikat dengan aturan yang dibuat penguasa. Padahal jika diyakini bahwa aturan yang dibuat negara adalah batasan bagi kita untuk bersabar atas hak orang lain, maka melaksanakan ketaatan atas hukum yang dibuat oleh penguasa adalah juga adalah keharusan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hak kita tersimpan pula hak orang lain.

Jika dalam agama kita meyakini bahwa dalam harta kita ada hak orang lain sehingga kita dengan rela hati bersedekah dan berinfak, mengapa kita tidak dapat lebih bersabar berhenti di lampu merah karena saat merah untuk kita, ada hak orang lain untuk jalan. ***

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago