ibu-yang-gorok-3-anaknya-curhat-ingin-ganti-nama
TEGAL (RIAUPOS.CO) – Usai diduga menggorok tiga anaknya, KU, 35, ibu di Dukuh Sokawera RT 03 RW 02 Desa Tonjong, Brebes mencurahkan isi hatinya jika dirinya ingin disayang suami.
“Saya ingin disayang suami. Tapi suami sering nganggur, saya nggak sanggup,” tutur perempuan muda itu yang sudah diamankan polisi, seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Senin (21/3).
Karena tidak ingin anaknya susah seperti dirinya di masa lalu, dia memutuskan mengakhiri hidup ketiga anaknya dengan pisau. “Harus mati biar nggak sakit,” ujarnya dalam video dirinya yang beredar luas di media sosial.
Heboh penangkapan perempuan cantik yang pernah berprofesi penata rias itu viral di media sosial. Salah satunya bahkan memperlihatkan kondisinya usai ditangkap.
Dengan mukena hitam, perempuan yang tampak depresi itu berulang kali mengaku tidak gila. Namun, dia mengaku ingin disayang karena sudah dari kecil hidup susah. “Biar nggak hidup susah, nggak dibentak-bentak jadi mending mati saja,” tuturnya sendu saat seseorang yang merekamnya dari luar sel bertanya alasannya membunuh ketiga anaknya.
Dari ruangan itu, KU juga mengaku ingin bertobat sebelum mati dan ingin berganti nama menjadi Mutmainah. “Cantik kan namanya?” tanyanya seakan meminta persetujuan pada sang penanya.
Diketahui, ketiga anak korban ditemukan tergeletak di lantai kamar, dengan luka sayatan di lehernya. Ironisnya, anak kedua pelaku, ARK, 7, ditemukan sudah meninggal dunia. Sedangkan anak pertamanya, KSZ, 10, dan anak ketiga, E ,5, masih bernapas meskipun keduanya juga menderita luka sayatan di lehernya.
Terungkapnya kejadian memilukan itu berawal saat Hamidah yang tak lain bibi pelaku mendengar suara jeritan dari dalam kamar yang ditempati keponakan bersama tiga anak-anaknya. Namun, saat pintu akan dibuka, Hamidah kesulitan karena terkunci dari dalam.
Selanjutnya dia berteriak meminta pertolongan. Lalu datanglah Iwan yang kemudian secara bersama-sama mendobrak dan membuka paksa pintu kamar menggunakan palu. Saat itulah keduanya kaget dan terkejut saat mendapati ketiga anak-anak KU tergeletak di lantai kamar. Anak kedua terduga pelaku, ARK bahkan sudah tidak bernapas lagi.
Sedangkan anak ketiga, KSZ dan anak terakhir terduga pelaku E juga menderita luka sayatan di bagian lehernya, tetapi masih bernapas. Oleh warga keduanya lalu dibawa ke salah satu rumah sakit di Bumiayu.
“Saya mendengar ada keributan dan anaknya menjerit, saya dan warga lalu mendatangi rumah dan mendobrak pintu kamarnya,” ujar salah seorang tetangga korban Iwan.
Setelah masuk ke dalam rumah, kata dia, dirinya langsung menolong salah satu anaknya yang mengalami luka pada bagian dada dan wajahnya. Sementara dua anak lainnya terkapar dalam kamar. “Saya langsung membawa salah satu anaknya ke puskesmas, sementara ibunya saat itu lagi duduk dengan mengenakan mukenah,” ungkapnya.
Korban A mengalami luka di leher dan meninggal dunia. Kemudian kakaknya yang perempuan S, 10, mengalami luka pada bagian dada dan yang terakhir anak ketiganya yang laki-laki E, 4,5, mengalami luka pada pada bagian lehernya.
Terpisah, Kapolsek Tonjong AKP M Yusuf membenarkan terkait kejadian tersebut. Saat ini pihaknya telah memasang garis polisi di tempat kejadian perkara. “Iya benar (ada kejadian tersebut). Saat ini, kami telah mengamankan terduga pelaku,” singkatnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
BNPB menambah satu helikopter water bombing di Riau. Kini tersedia enam armada udara untuk memperkuat…
IKTS dan P3KPI Pekanbaru berkolaborasi dengan DJP Riau untuk mengedukasi pelaku UMKM terkait penerapan PP…
Polisi mengamankan dua terduga pelaku dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja 14 tahun di…
Dishub Pekanbaru menerapkan rekayasa lalu lintas dan memperpanjang CFD untuk mendukung pemecahan rekor MURI Kue…
Pendaftaran SPMB SMA dan SMK Negeri Riau resmi ditutup. Sekolah kini memverifikasi berkas peserta sebelum…
DJP menyoroti status dana hibah MBG yang berpotensi menimbulkan risiko pajak. Di saat yang sama,…