isna
Suatu hari, Dwi (15) hendak berkunjung ke rumah teman sekelasnya yaitu Isna. Mereka akan mengerjakan tugas sekolah.
Kala itu, adalah kali pertama Dwi ke rumah Isna. Mereka sangat akrab, bahkan Dwi kerap memanggil nama Isna dengan ledekan yaitu Isnen, meskipun hal ini sangat tidak disukai Isna.
Kendati demikian, Dwi tetap tidak merubah panggilan saat memanggil nama sahabatnya itu.
Saat sampai di rumah Isna, Dwi langsung memanggil-manggil Isna dengan nama Isnen. Tak lama kemudian muncul ibu Isna dengan wajah kusut, tapi tetap mempersilahkan Dwi masuk ke dalam rumah.
Dwi duduk di ruang tamu menunggu Isna. Ia mengedarkan pandangannya ke ruang tamu. Matanya langsung tertuju dengan hiasan dinding dari kayu yang memuat nama-nama keluarga Isna, mulai dari ayah, ibu, hingga adik bungsu Isna.
"Alamaak… !! Jadi nama bapak Isna, Isnen?" ujarnya pucat.
Ia mengingat bagaimana saat baru datang ke rumah Isna, namun memanggil-manggil nama Isnen. Akhirnya ia menyadari kenapa sejak tadi ibu Isna terlihat tidak menyukainya.(anf)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…