PT BPLP mendirikan posko kesehatan bagi korban dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).(INDRA EFENDI/RIAUPOS.CO)
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, PT BPLP mendirikan posko kesehatan bagi korban dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).
Dalam mendirikan posko kesehatan perusahaan bekerja sama dengan pihak terkait. Antara lain, Pemerintah Desa (Pemdes) Suhada, Kecamatan Enok, TNI, Polri dan pihak Puskesmas Desa Pengalihan Enok.
Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang terkena dampak kabut asap tersebut dapat berobat di posko kesehatan yang berlokasi di Pustu Jalan Lintas Samudra, Desa Suhada, Kecamatan Enok. Posko ini terdapat Dokter, Perawat bail dari Perusahaan dan Perawat Pustu.
Manager PT BPLP Ronny Panjaitan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap masyarakat sekitar akibat dampak kabut asap dari Karhutla di sejumlah lokasi.
"Dalam pekan ini juga kita memprogramkan kegiatan sosial lainnya, berupa pengobatan gratis kepada masyarakat serta pembagian masker," kata Ronny, yang merupakan Group Sinar Mas itu.
Sementara itu Camat Enok, Kaharuddin, memandang positif atas didirikannya posko kesehatan oleh pihak perusahaan yang bekerja sama dengan sejumlah pihak-pihak terkait diatas.
"Ini positif sekali. Dan kita yakin sangat membantu masyarakat yang terkena dampak kabut asap,"imbuhnya.
Laporan: Indra Efendi/Tembilahan
Editor: wws
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.