Categories: Nasional

Komisi III Minta KPK Turut Awasi Pengadaan Rapid Test

JAKARTA(RIAUPOS. CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa Indonesia akan segera melakukan tes cepat (rapid test) virus corona atau COVID-19 secara massal. Hal itu agar dapat mendeteksi lebih banyak kasus corona dalam waktu yang lebih singkat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni segera meminta kepada semua lini pemerintahan untuk dapat membantu mengawal proses pengadaan dan pendistribusian alat rapid test masuk ke Indonesia.
“Pengadaan alat rapid test ini merupakan pekerjaan besar yang harus dilakukan secara gotong royong. Sehingga Komisi III akan ikut mengawasi pihak yang menjadi rekanan, seperti polisi dan imigrasi, untuk bekerja optimal mengawal proyek ini,” ujar Sahrono kepada wartawan, Jumat (20/3)
Bukan hanya mengawal proses pendistribusian saja, Politikus Nasdem ini juga mengatakan, tetap butuh peran serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turut mengawasi pengadaan alat rapid test ini, agar bisa mencegah terjadinya tindakan yang melanggar hukum.
“KPK juga perlu diturunkan untuk mengawasi agar tidak terjadi penyelewengan karena program ini telah menyerap dana negara yang cukup besar, “katanya.
Selain itu politikus Partai Nasdem ini meminta kepada pihak-pihak lain seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat menjalankan kordinasi dengan baik dan benar sehingga kebijakan rapid test dapat dijalankan secara merata
“Kemenkes dan pemerintah daerah juga perlu turut berkordinasi dalam menyebarkan alat ini ke daerah-daerah sehingga publik bisa terlayani secara maksimal. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menjalankan kebijakan ini,” tandasnya.
Diketahui, Presiden Jokowi meminta supaya jajarannya bisa menekan angka virus korona di Indonesia. Sehingga tidak makin bertambah banyak jumlah korbannya.
Sebelumnya, Jokowi meminta ‎segera lakukan rapid test (tes cepat) dengan cakupan yang lebih besar. Hal itu dilakukan supaya bisa menditeksi dini orang-orang yang terpapar virus corona.
“Agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seorang terpapar COVID-19 bisa kita lakukan,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3).
Presiden Jokowi juga meminta alat rapid test terus diperbanyak. Termasuk juga memperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan banyak pihak.
“Seperti rumah sakit, baik pemerintah, milik BUMN, Pemda, rumah sakit milik TNI dan Polri, dan swasta, dan lembaga-lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
Sumber:Jawapos. Com
Editor:Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bazar Vegetarian Ramaikan Perayaan Waisak di Pekanbaru, Hadirkan 47 Stan Kuliner

Maha Vihara Maitreya Pekanbaru mengenalkan makanan vegetarian melalui bazar Waisak dengan 47 stan kuliner dan…

4 jam ago

DPRD Bengkalis Bawa Keluhan Warga ke PLN, Dari Duri hingga Rupat

DPRD Bengkalis menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait listrik kepada PLN, mulai dari pemadaman hingga desa…

4 jam ago

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

1 hari ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

1 hari ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

1 hari ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

1 hari ago