gara-gara-cat
(RIAUPOS.CO) — Di saat imbauan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah karena wabah Covid-19, sejumlah pedagang kaki lima sekitar simpang Teluk Rhu, Limapuluh cemas. Bukan karena tidak boleh keluar rumah atau sepi pembeli. Tapi, hari itu sedang ada aksi bentrok antar kelompok pemuda sambil bawa-bawa senjata tajam.
Ajo, penjual tebu yang berada di lokasi kejadian cemas bukan kepalang. Saat ditanya seorang pembeli, sebut saja Ovi, Ajo pun meluahkan kecemasannya.
“Mereka ribut gara-gara cat tiang listrik. Awalnya warna oranye terus berubah warna biru. Lalu mereka kelahi,” cerita Ajo menggebu-gebu.
“Alamaak! Gara-gara cat berang pula. Macam mana pula kisahnya tu, Da (Uda, panggilan abang orang Minang),” sambar Ovi.
‘’Berawal dari cat mengecat itulah pokoknya,” kata Ajo lagi, ‘’yang satu ngecat pakai warna lain, yang satu ganti pakai warna lain. Jadi berkelahi lah mereka’’.
“Ngeri juga ya, Da,” kata Ovi sambil bergumam, “ kenapa lah awak datang telat. Kalau cepat, kan bisa lihat keseruan tadi.” Alamaaak!(s)
Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…
PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…
Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…
Ribuan pencari kerja memadati Pekanbaru Job Fair 2026. Sebanyak 1.417 lowongan dari 47 perusahaan disiapkan…
DPRD Pekanbaru mendorong penerapan sistem kabel bawah tanah untuk mengatasi kabel semrawut sekaligus meningkatkan estetika…
Belasan ribu warga memadati Danau Bandar Kayangan untuk mengikuti jalan sehat dan senam sehat dalam…