susi-tak-setuju-mahfud-kirim-ratusan-nelayan-pantura-ke-natuna
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku tidak setuju dengan rencana pemerintah mengirimkan banyak nelayan di Laut Natuna. Kebijakan itu dianggap bukan solusi yang baik.
"Saya tidak setuju kalau ada yang bilang, kalau mau aman, ya diisi nelayan banyak-banyak. Bukan itu solusinya," ujar Susi di DPP PKS, Jalan Simatupang, Jakarta, Senin (20/1).
Menurutnya, itu bukan solusi untuk menghilangkan kapal Cina di Natuna. Pemerintah tahu ada kapal penangkap ikan asal Cina itu dari nelayan Indonesia.
"Jadi saya tidak setuju kalau dibilang tidak ada nelayan. Lah wong nelayan Natuna yang teriak kalau ada ikan di sana," tuturnya.
Susi juga mengatakan, saat ini yang terpenting adalah pemerintah berkomitmen bahwa Perairan Natuna adalah milik Indonesia. Bukan milik Cina seperti yang selama ini diklaim.
"Kewibawaan kita yang bisa kita tunjukkan adalah konsistensi. Investasi itu berbeda. Jadi, itu yang sebetulnya harus kita lakukan secara berkelanjutan (continue)," katanya.
Menurut Susi, pemerintah harus memberikan efek jera terhadap para nelayan Cina tersebut. Jangan sampai mereka kembali ke Perairan Natuna untuk menangkap ikan.
"Patroli harus menegakkan hukum, kalau diusir menurut saya ya sia-sia dan wasting money," ungkapnya.
Sekadar informasi, Kementerian Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mengumumkan rencana akan menurunkan sekitar 120 nelayan dari Jawa ke wilayah Perairan Natuna.
"Kita mau memobilisasi nelayan-nelayan dari Pantura, dan mungkin pada gilirannya dari daerah-daerah lain di luar Pantura, untuk beraktivitas kekayaan laut, mencari ikan, dan sebagainya di sana," kata Menko polhukam Mahfud MD.
Mahfud menjelaskan, perairan Natuna adalah daerah yang kaya dengan sumber daya laut, dengan berbagai jenis ikan yang mahal melimpah di sana.
Ia menambahkan, pemerintah akan mendukung nelayan-nelayan dari Pantura itu untuk ke Natuna, baik dari segi perizinan, fasilitas, maupun perlindungan.
"Saudara nanti akan dilindungi oleh negara, tidak akan ada tindakan-tindakan fisik yang akan mengancam saudara," kata Mahfud.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…
Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…