Ini Profil Artidjo Alkostar, Hakim Senior yang Akan jadi Dewas KPK
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dilantik pada pertengahan Desember ini. Pelantikan tersebut juga berbarengan dengan pelantikan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Saat meninjau lokasi calon ibu kota di Kalimantan Timur (Kaltim), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sejumlah nama berlatar profesi bidang hukum masuk daftar calon anggota Dewan Pengawas KPK. Mereka di antarannya adalah mantan hakim Mahkamah Agung Artidjo Alkostar, hakim Albertina Ho, dan mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki.
“Ada hakim Albertina Ho, itu tapi belum diputuskan lho ya, Pak Artidjo, Taufiqurachman Ruki, saya ingat tapi lupa, dan belum diputuskan,” kata Jokowi.
Lima orang anggota Dewan Pengawas KPK rencananya akan dilantik bersama dengan lima orang komisioner KPK 2019-2023 pada Jumat 20 Desember 2019. Diketahui, Artidjo Alkostar lahir di Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1948.
Dia menamatkan pendidikan SMA di Asem Bagus, Situbondo. Kemudian, masuk Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII), Jogjakarta.
Artidjo adalah seorang ahli hukum Indonesia. Dia merupakan Hakim Agung yang mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaan pendapatnya (dissenting opinion) dalam banyak kasus besar. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Muda Kamar Pidana Mahkamah Agung Indonesia.
Namanya terangkat saat memperberat vonis empat tahun penjara menjadi 12 tahun kepada politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh untuk kasus korupsi.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…