Categories: Nasional

Rangkul Anak Muda Jauhi Maksiat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hubungan yang disebut dengan pacaran, tentunya sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, pacaran dilakukan oleh muda-mudi usia sekolah, mahasiswa dan oleh orang-orang yang belum memiliki kesiapan berumah tangga.

Dengan berkembangnya zaman seperti saat ini, pacaran pun sulit untuk dihindari. Terlebih dikalangan generasi milenial. Padahal, tak jarang pacaran membawa dampak yang kurang baik bagi generasi muda tersebut.

Peduli akan hal itu, sekelompok anak remaja pun berinisiatif membentuk sebuah sebuah komunitas yang terus merangkul anak-anak remaja di Indonesia khususnya di Pekanbaru untuk menjauhin bahayanya berpacaran. Komunitas tersebut dinamai Indonesia Tanpa Pacaran.

“Indonesia Tanpa Pacaran (ITP), didirikan oleh La Ode Munaffar. Komunitas ini juga tidak hanya ada di Pekanbaru. Akan tetapi diseluruh provinsi di Indonesia,’’ ujar ketua ITP Pekanbaru, Dedi Satria.

Indonesia Tanpa Pacaran Pekanbaru sendiri  didirikan tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2016. Dedi merupakan Ketua ITP Pekanbaru Ikhwat. Sedangkan Ketua untuk ITP Pekanbaru akhwat ialah Dwi Haryatmi.

“Indonesia Tanpa Pacaran juga memiliki visi dan misi yang sangat baik. Visinya yaitu menyelamatkan pemuda-pemudi Kota Pekanbaru dari bahaya pacaran,’’ sambung Dedi.

ITP komit merangkul pemuda dan pemudi Kota Pekanbaru yang sedang atau sudah terjebak ke dalam pacaran. Mereka juga memberikan solusi kepada pemuda Kota Pekanbaru cara mengekspresikan rasa cinta tanpa pacaran.

‘‘ITP memberikan pemahaman kepada pemuda dan pemudi Pekanbaru, bahwa tidak ada pacaran sebelum menikah,” tambah Dwi Haryatmi.

Hingga saat ini, Indonesia Tanpa Pacaran telah memiliki 1.700 anggota di Kota Pekanbaru. Dalam dua pekan sekali, ITP ini selalu mengadakan pengajian di masjid-masjid yang ada di Pekanbaru. Guna mengajak anak muda untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta.

“Kegiatan kami tidak hanya di pengajian saja. Bahkan, kami memiliki suatu program tiap bulannya untuk berkunjung ke sekolah-sekolah di Pekanbaru. Program ini kami beri nama Goes To School. Yang mana, kami memperkenalkan maksud dan tujuan kami, serta merangkul anak-anak remaja yang ada di sekolah tersebut. Selain itu, ada juga kunjungan ke panti asuhan guna memberikan kebaikan untuk anak-anak yang ada di sana. Di sisi lain, kami juga aktif mensosialisasikan komunitas ini di area Car Free Day,” papar Dwi.

Ke depan, ITP berharap, kehadirannya bisa berperan dalam menyebarkan kebaikan, ilmu yang bermanfaat dan bisa mengajak anak muda untuk menjauhin kemaksiatan yang berkondisi darurat di zaman milenial saat ini.

“Kami berharap, kelak makin banyak pihak yang ikut membantu  kami untuk bisa menghindari diri pribadi dan orang di sekeliling kita terhindar dari kemaksiatan. Terutama dalam dunia pacaran. Kami berharap bantuan dan keiikutsertaan teman-teman, karena bagian dakwah ini bukan hanya tugas ulama atau da’i saja. Akan tetapi terletak di pundak kita masing-masing. Maka, tebarkanlah kebaikan ini. Karena, dengan satu kebaikan yang kita tebarkan, maka akan banyak ganjaran yang akan kita dapatkan untuk bekal akhirat nanti,’’ tutup Dedi Satria.(p/azr)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

4 jam ago

47 Perusahaan Buka 1.417 Loker, Job Fair Pekanbaru Langsung Dipadati Pencaker

Ribuan pencari kerja memadati Pekanbaru Job Fair 2026. Sebanyak 1.417 lowongan dari 47 perusahaan disiapkan…

5 jam ago

Saatnya Pekanbaru Tinggalkan Kabel Bergelantungan, DPRD Dorong Jaringan Bawah Tanah

DPRD Pekanbaru mendorong penerapan sistem kabel bawah tanah untuk mengatasi kabel semrawut sekaligus meningkatkan estetika…

1 hari ago

Lebih dari 12 Ribu Warga Padati Danau Bandar Kayangan, HUT Pekanbaru Berlangsung Meriah

Belasan ribu warga memadati Danau Bandar Kayangan untuk mengikuti jalan sehat dan senam sehat dalam…

1 hari ago

Mangkir dari Eksekusi, Tiga Terpidana Kasus Perambahan Hutan Jadi Buronan Kejari Bengkalis

Tiga terpidana kasus perambahan kawasan hutan di Bengkalis resmi masuk DPO setelah mengabaikan panggilan eksekusi…

1 hari ago

Hari Kedua SPMB di Inhil Masih Terkendala, Orang Tua Keluhkan Aplikasi Error

Gangguan aplikasi i-Potret masih terjadi pada hari kedua SPMB di Inhil, membuat orang tua kesulitan…

1 hari ago