ILUSTRASI ALUTSISTA. Warga saat mencoba menaiki alutsista prajurit TNI pada saat perayaan HUT TNI Ke-74 Tahun di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan membebaskan bea masuk impor persenjataan, amunisi, dan perlengkapan militer. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wahyu Sakti Trenggono menanggapi positif kebijakan tersebut.
Trenggono berharap, aturan tersebut bisa meningkatkan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri. "Intinya ke depan, pembangunan alutsista dalam negeri harus ditingkatkan. Intinya itu," kata Trenggono, Rabu (18/12).
Dibebaskannya bea masuk impor alat persenjataan itu diharapkan mempermudah proses transfer teknologi dan metode manufaktur. "Itu untuk yang kira-kira bisa melakukan transfer of technology," jelas Trenggono.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 164 Tahun 2019 tentang pembebasan bea masuk atas impor persenjataan, amunisi, perlengkapan militer, dan kepolisian.
Dalam aturan tersebut dikatakan bahwa kementerian atau lembaga yang punya wewenang untuk mengimpor persenjataan tidak perlu lagi untuk mengajukan persetujuannya kepada menteri melalui direktur jenderal sebagaimana tertuang pada PMK terdahulu, yakni PMK Nomor 191 Tahun 2016.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…
Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…
Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…
Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…